Politik Korsel bergejelok, KP2MI terus pantau kondisi keamanan PMI

Politik Korsel bergejelok, KP2MI terus pantau kondisi keamanan PMI

  • Rabu, 18 Desember 2024 17:06 WIB
Politik Korsel bergejelok, KP2MI terus pantau kondisi keamanan PMI
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding (tengah) diapit oleh Wakil Menteri P2MI Christina Aryani (kiri) dan Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla (kanan) dalam rangkaian acara puncak Migrant Day di Jakarta, Rabu (18/12/2024).  (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengatakan terus memantau perkembangan situasi dan kondisi keamanan para pekerja migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan (Korsel) menyusul gejolak politik yang masih berlangsung di negara itu.

“Kita terus memantau dan berdoa mudah-mudahan tidak ada masalah,” kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding usai mengikuti rangkaian acara puncak Migrant Day di Jakarta, Rabu.

Selain terus memantau perkembangan situasi di negara itu, KP2MI juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam menyiapkan upaya mitigasi jika kondisi di negara itu memerlukan upaya penanganan untuk melindungi para pekerja migran.

“Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri apa-apa yang bisa kita siapkan dalam rangka memitigasi kalau ada apa-apa,” katanya.

Meski demikian, ia berharap situasi politik di negara itu tetap aman sehingga tidak perlu ada penanganan khusus bagi PMI yang bekerja di negara tersebut.

“Mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” katanya menambahkan.

Sementara itu, terkait roster atau sebanyak 13.611 calon PMI yang telah disetujui tetapi belum diberangkatkan ke Korsel, Menteri Karding mengatakan kementeriannya terus berupaya mencari cara untuk mempercepat penyerapan para calon PMI tersebut.

“Kami sedang berpikir keras untuk bagaimana caranya supaya teman roster atau teman-teman yang belum terserap ini segera diserap,” katanya.

Selain itu, KP2MI juga berupaya untuk mengendalikan kemungkinan penambahan jumlah roster tersebut sehingga tidak menimbulkan dampak sosial politik di dalam negeri.

“Jadi, jangan terus nambah, terlalu banyak, karena kalau terlalu banyak nanti akan berefek pada kondisi sosial politik kita di dalam negeri,” katanya.

Selain itu, KP2MI juga tengah membangun renegosiasi dengan pemerintah Korsel untuk tetap dapat membuka kesempatan kerja di negara itu sehingga 13.611 CPMI yang belum diberangkatkan dapat segera diberangkatkan dan bekerja di Korsel.

Baca juga: KP2MI fokus percepat pemberangkatan 13.611 Calon PMI ke Korsel

Baca juga: KP2MI kembali memberangkatkan 400 PMI skema G-to-G ke Korsel

Pewarta: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *