Tidak masuk 10 kota wisata terbaik, Komisi VII: Momen untuk berbenah

Tidak masuk 10 kota wisata terbaik, Komisi VII: Momen untuk berbenah

  • Selasa, 10 Desember 2024 11:00 WIB
Tidak masuk 10 kota wisata terbaik, Komisi VII: Momen untuk berbenah
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim. (HO-Pribadi)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan tidak masuknya Indonesia sebagai 10 kota wisata terbaik di dunia harus menjadi momen untuk berbenah pada sektor pariwisata oleh pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Pariwisata.

“Ini adalah momen bagi seluruh pemangku kebijakan pariwisata berbenah,” kata Chusnunia di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan bahwa data dari perusahaan riset pasar global Euromonitor International yang merilis 10 kota teratas terbaik di dunia berdasarkan kedatangan wisatawan, menempatkan Bangkok, Thailand, memuncaki peringkat pertama sebagai juara dunia kota pariwisata terbaik dunia.

Menurut dia, Thailand mempunyai kebijakan bebas visa yang menjadi kunci negara Gajah Putih tersebut menarik banyak wisatawan. Setidaknya ada 64 negara yang mendapatkan akses bebas visa.

“Thailand, Bangkok, tentunya bisa mendatangkan wisatawan mancanegara hingga satu juta per bulan bukan tanpa sebab. Mereka memberikan akses bebas visa dan ini menjadi satu faktor utama yang menjadikan negara ini sangat diminati oleh wisatawan,” tuturnya.

Baca juga: Wamenpar: GATF 2024 bisa tingkatkan pergerakan wisata di Indonesia

Meski begitu, Chusnunia juga turut mengapresiasi pemerintah yang telah mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2024 tentang Bebas Visa Kunjungan.

Dalam perpres itu disebutkan Indonesia Resiprokal (timbal-balik) bebas visa kunjungan diberlakukan bagi 13 negara.

Menurut Chusnunia, perpres ini menjadi harapan besar bagi iklim investasi di Indonesia.

“Kebijakan ini perlu kita lihat progresnya apa yang menjadi evaluasi? Jika berhasil tentunya kita perlu memikirkan apakah akan ada negara tambahan yang dapat menikmati kebijakan ini,” tuturnya.

Baca juga: Dubes Rumania: Keramahan warga Indonesia kunci sukses pariwisata

Chusnunia juga mengkritisi kondisi anggaran Kementerian Pariwisata yang terbatas. Dengan keterbatasan tersebut akan sulit mengejar target devisa pada tahun 2024.

“Anggaran Kemenpar sangat kecil, bagaimana bisa kerja maksimal dengan target devisa sebesar Rp30 triliun dan juga target wisatawan 7,4 juta orang pada tahun ini. Kita tentu harus berbenah memikirkan solusi terbaik untuk pariwisata Indonesia,” katanya.

Berdasarkan riset Euromonitor Internasional, Bangkok paling banyak dikunjungi wisatawan dengan tingkat kunjungan 32,4 juta wisatawan.

Menyusul Istanbul 23 juta wisatawan, London 21,7 juta wisatawan, Hongkong 20,5 juta wisatawan, Mekka 19,3 juta wisatawan, Antalya 19,3 juta wisatawan, Dubai 18,2 juta wisatawan, dan Makau 18 juta wisatawan.

Indonesia bahkan harus kalah dari Malaysia, negara serumpun yang menduduki peringkat ke-10 sebagai kota pariwisata di dunia.

Baca juga: Kemenparekraf sebut pariwisata ajarkan jaga lingkungan dan budaya

Baca juga: Kemenparekraf: 7th IVRA 2024 perkuat wisata kesehatan Indonesia

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Wapres Gibran Salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal

    WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Gibran datang bersama keluarganya ke lokasi pada sekitar pukul…

    Khatib Salat Id di Istiqlal: Koperasi Merah Putih-MBG Perlu Diapresiasi

    Jakarta – Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhadi Hasan, menjadi khatib dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta. Hasan menyampaikan program pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *