Jakarta (Redaksi) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Pendidikan memfasilitasi tiga anak yang putus sekolah di wilayah Jatinegara, Cakung, sehingga dapat melanjutkan pendidikannya masing-masing.

“Ya, sudah ditindak lanjut. Mereka sudah bisa bersekolah melanjutkan pendidikannya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Jakarta Timur Muhammad Fahmi saat dihubungi Redaksi di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur menindaklanjuti laporan terkait tiga anak yang putus sekolah di wilayah Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Ketiga anak tersebut, yakni Bagus Hari Wijaksana (17), Januar Hari Prawira (12), dan Rahma Jelita (13). Mereka berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga dan kendala dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Sekarang, mereka dapat menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang masing-masing. Kalau yang SD dilanjutkan sampai SD, kalau SMP, ya, sampai selesai SMP,” ujar Fahmi.

Baca juga: DKI Jakarta pastikan anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan

Diketahui, Bagus sebelumnya bersekolah di SMPN 138 Jakarta dan berhenti saat kelas 1 SMP karena keluarganya tidak mampu memenuhi biaya transportasi dan kebutuhan seragam sekolah.

Sementara itu, Januar yang sebelumnya bersekolah di SDN Penggilingan 05 berhenti saat kelas 1 SD karena keterbatasan keluarga dalam memenuhi perlengkapan sekolah dan tidak ada yang dapat mengantarnya ke sekolah.

Sedangkan, Rahma Jelita sebelumnya bersekolah di SDN Jatinegara 06 dan berhenti saat kelas 3 SD akibat keterbatasan biaya.

Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur kemudian mengarahkan Jelita dan Januar untuk melanjutkan pendidikan melalui PKBM Prestasi Mandiri di Kelurahan Ujung Menteng dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Karena ada yang bekerja, jadi PJJ. Keduanya juga akan direkomendasikan mendapatkan pendampingan guru privat,” tutur Fahmi.

Sementara, Bagus telah diarahkan untuk mengikuti pendidikan Paket B agar dapat kembali memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

Baca juga: Sudindik Jaksel bantu anak penjual siomay di Bintaro kembali sekolah

Selain aspek pendidikan, Kelurahan Jatinegara turut memberikan pembinaan kepada pihak keluarga.

Keluarga diarahkan untuk menyesuaikan administrasi kependudukan, khususnya KTP sesuai domisili, sehingga dapat mengakses berbagai program bantuan sosial yang tersedia.

Dalam penanganan tersebut, Baznas Bazis Kota Jakarta Timur juga memberikan dukungan berupa peralatan tulis dan seragam sekolah bagi anak-anak tersebut.

“Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat membantu ketiga anak kembali memperoleh hak pendidikan sekaligus meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan sekolah,” ungkap Lurah Jatinegara Faqih Insani.

Dia menegaskan Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mendorong agar anak-anak yang mengalami putus sekolah mendapatkan pendampingan dan akses pendidikan sesuai kondisi masing-masing.

“Harapannya, tentu mereka bisa tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” imbuh Faqih.

Baca juga: Polda Metro Jaya siapkan pendampingan pendidikan bagi 25 anak putus sekolah

Baca juga: Sempat putus sekolah, 180 anak di Jakbar kembali mengenyam pendidikan

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.