BPBA: Banjir luapan sungai merendam enam kecamatan di Pidie Aceh

BPBA: Banjir luapan sungai merendam enam kecamatan di Pidie Aceh

  • Sabtu, 23 November 2024 13:00 WIB
BPBA: Banjir luapan sungai merendam enam kecamatan di Pidie Aceh
Warga melintasi banjir di kawasan Desa Jojo, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (22/11/2024) malam. (ANTARA/HO-Warga)

Banda Aceh (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan sejumlah desa atau gampong di enam kecamatan di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, terendam banjir luapan sungai yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Kondisi terkini hujan masih deras yang menyebabkan banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie,” kata Kepala Pelaksana BPBA Teuku Nara Setia di Banda Aceh, Sabtu.

Ia menjelaskan banjir mulai melanda sejumlah wilayah di Pidie pada Jumat (22/11) sekitar pukul 20.24 WIB. Banjir dipicu hujan deras sehingga debit air sungai daerah setempat meluap ke permukiman penduduk.

Baca juga: Sebanyak 3.811 jiwa warga Aceh Barat terdampak banjir

Tak hanya permukiman penduduk, banjir juga merendam jalan nasional Banda Aceh-Medan dan jalan antarkecamatan serta lahan persawahan milik masyarakat.

“Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pidie menyebabkan debit air sungai meluap hingga menggenangi rumah warga, jalan, dan persawahan,” katanya.

Data sementara BPBD Pidie, daerah terdampak banjir meliputi Kecamatan Padang Tiji, Tiro, Glumpang Tiga, dan Mutiara masing-masing satu desa, Kecamatan Kota Bakti empat desa, dan Kecamatan Delima enam desa.

Baca juga: BPBD: Banjir merendam 16 desa di Aceh Barat

Ketinggian air bervariasi, mulai 60 hingga 80 centimeter. BPBD Pidie telah menurunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir serta terus melakukan pendataan daerah dan warga terdampak bencana.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Provinsi Aceh untuk mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi di daerah Tanah Rencong itu.

Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Betsi mengatakan saat ini wilayah Aceh sudah sepenuhnya memasuki musim hujan sehingga warga perlu waspada terhadap berbagai potensi bencana alam.

Baca juga: Banjir 1,5 meter melanda dua kecamatan di Subulussalam Aceh

“Waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya akibat hujan deras secara terus menerus atau dengan durasi lama,” kata Betsi.

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Elite NasDem Respons Deklarasi Partai Gerakan Rakyat

    WAKIL Ketua Partai NasDem Saan Mustopa mengucapkan selamat atas deklarasi organisasi masyarakat Gerakan Rakyat menjadi partai politik pada 18 Januari 2026. Menurut Saan, deklarasi ormas loyalis mantan Gubernur Jakarta Anies…

    Fraksi Golkar MPR Fokus Isu Pendidikan, Obligasi Daerah, Kesejahteraan Rakyat

    Jakarta – Fraksi Partai Golkar MPR RI memaparkan sejumlah kegiatan sepanjang 2025 dengan fokus pada pengembangan di bidang pendidikan. Sementara itu, pada 2026, obligasi daerah turut menjadi perhatian sebagai salah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *