Cerita Eks Ketua BEM UGM Tolak Iming-iming Harta

MANTAN Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, membagikan pengalamannya saat diiming-imingi harta oleh pihak yang diduga berasal dari kekuasaan. Tiyo menyebut pihak tersebut sebagai petinggi dari lembaga berbintang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia memilih tidak ingin menyampaikan ke publik siapa orang dan lembaga yang dimaksud. “Tapi saya pertanggungjawabkan kesaksian ini,” ucap Tiyo ketika dihubungi pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam kolase foto teks yang ia unggah di akun media sosialnya, Tiyo bercerita mulanya diajak bertemu oleh salah satu orang yang membawa pesan dari petinggi lembaga berbintang itu. Tiyo mengenal si perantara ini dan pernah berinteraksi meski terbatas.

Tiyo menuturkan, perantara ini menghubunginya untuk mengajak silaturahmi di Yogyakarta pada Ahad, 7 Juni lalu. “Dengan ringan saya iyakan ajakan itu karena luang waktu,” ucap Tiyo sebagaimana ia tulis dalam unggahannya. Tempo telah menerima izin untuk mengutip ulang.

Perantara ini, kata Tiyo, menyampaikan bahwa petinggi dari lembaga berbintang tersebut ingin bertemu secara langsung. Dia berujar, petinggi itu mau memberikan apa pun yang diinginkan oleh Tiyo.

Tiyo belum sempat merespons, tetapi orang yang diutus petinggi tersebut melanjutkan ceritanya. Menurut kesaksian Tiyo, orang itu menyampaikan bahwa salah satu pimpinan organisasi gerakan nasional telah kebagian jatah dari lembaga berbintang ini.

Perantara itu bercerita ke Tiyo bahwa jatah yang dimaksud dalam waktu dekat bakal menjadi bisnis warung yang identik dengan asal daerah si penerima. Nilainya disebut mencapai miliaran rupiah.

Tiyo memotong omongan si perantara tersebut. Mahasiswa S1 Filsafat UGM ini menyatakan tidak membutuhkan kemewahan apa pun seperti yang ditawarkan petinggi lembaga berbintang tersebut.

Dia menduga tawaran dari kelompok kekuasaan itu sebagai upaya mengkooptasi masyarakat yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Apalagi, Tiyo mendengar langsung pengakuan si perantara bahwa pihak lain yang sudah menerima tawaran itu diminta agar patuh dan loyal.

Tiyo menegaskan tidak semua aktivis dapat dibeli dan ditundukkan dengan iming-iming harta. “Dunia ini masih menyimpan banyak orang yang mengusahakan kebaikan,” kata Tiyo.

Tiyo menuturkan perantara itu masih kerap menghubunginya untuk bertemu. Namun berkaca pada pengalaman sebelumnya, ia memilih mengabaikan ajakan tersebut.

  • Related Posts

    NASA mengumumkan astronot untuk penerbangan luar angkasa Artemis III, yang dijadwalkan pada tahun 2027

    Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional, yang lebih dikenal sebagai NASA, telah meluncurkan kru untuk penerbangan luar angkasa Artemis III yang akan datang, sebuah persiapan misi seiring rencana Amerika Serikat untuk…

    Israel mencegah lebih dari 16.500 warga Palestina mengakses perawatan medis

    Kementerian Kesehatan Gaza menugaskan Israel mencegah lebih dari 16.500 warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri untuk meninggalkan daerah kantong yang terkepung dan dilanda perang meskipun ada “gencatan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *