ANGGOTA Tim Pengawas atau Timwas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Muhammad Husni, mempertanyakan masih banyaknya jemaah haji Indonesia yang lolos skrining kesehatan meski mengidap demensia. Ia menyoroti masalah ini seusai seorang jemaah lanjut usia asal Indonesia ditemukan meninggal setelah hilang selama satu pekan di Makkah, Arab Saudi.
Husni awalnya menyatakan bersyukur jemaah yang hilang sudah ditemukan. Namun, ia berujar, kasus ini menjadi catatan untuk Kementerian Haji dan Umrah. “Bahwa kita juga menemukan ada jemaah yang demensia yang terloloskan itu jumlahnya juga lumayan banyak,” kata dia dalam keterangan video, Ahad, 24 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Politikus Partai Gerindra ini berharap pemerintah akan memperketat skrining haji selanjutnya. Sebab, ia berujar, orang yang berangkat haji harus memenuhi syarat mampu secara fisik sebelum pergi ke Arab Saudi. “Karena ini masalah daripada perhajian kita, yang harus betul-betul mampu bukan hanya di keuangan tapi juga di kesehatannya,” tuturnya.
Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya memastikan jemaah haji berusia 72 tahun asal Indonesia, Muhammad Firdaus, yang sempat dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan meninggal, akan dimakamkan di Arab Saudi.
Firdaus, anggota kloter JKG 27, dilaporkan hilang sejak 15 Mei 2026 dari hotel tempatnya menginap di Mekkah. Aparat Arab Saudi menemukan yang bersangkutan dalam kondisi wafat pada 22 Mei 2026 waktu setempat.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono, mengatakan Firdaus ditemukan di kawasan Jabal Kuday pada Jumat, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. “Almarhum ditemukan di Jabal Kuday, sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari pemondokan. Ditemukan oleh tentara Arab Saudi yang sedang patroli,” kata Muftiono dalam keterangan video, 23 Mei 2026.
Sebelumnya, Firdaus dilaporkan hilang karena tidak kembali ke penginapan sejak Jumat, 15 Mei 2026. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan laporan kehilangan diterima melalui Kanal Kawal Haji pada 16 Mei 2026.
Berdasarkan informasi, Firdaus keluar dari hotel tanpa membawa identitas, hanya mengenakan kaus putih dan sarung. Rekaman CCTV menunjukkan ia keluar sendirian pada pukul 09.04 waktu setempat dengan hanya mengenakan gelang haji sebagai penanda.
Ichsan mengatakan suasana lobi hotel saat itu relatif sepi karena sebagian besar jemaah telah bersiap untuk salat Jumat.
Sejak laporan diterima, Kementerian Haji dan Umrah membentuk sejumlah tim pencarian. Tim menyisir berbagai lokasi, mulai dari hotel-hotel, area Masjidil Haram, hingga jalan-jalan sekitar. Tim pelindungan jemaah dari Madinah juga dikerahkan untuk memperluas pencarian. “Pencarian juga dilakukan hingga ke rumah sakit di Mekkah dan sekitarnya,” kata Ichsan.




