Jakarta –
Indonesia menginisiasi pernyataan bersama yang didukung 73 negara-negara kontributor pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pernyataan bersama itu mendesak Dewan Keamanan PBB memperkuat perlindungan terhadap pasukan perdamaian di tengah meningkatkan eskalasi.
Tercatat hingga pukul 16.30 waktu New York (9/4), sebanyak 73 negara dan observer PBB telah bergabung dalam pernyataan bersama tersebut. Pernyataan dibacakan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Umar Hadi di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Kamis (9/3). Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan berbagai negara, antara lain Prancis, Inggris, Rusia, RRT, Pakistan, Bahrain, Spanyol, dan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan bersama itu, negara-negara kontributor UNIFIL menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi ketegangan di Lebanon sejak 2 Maret 2026. Eskalasi itu berdampak pada keselamatan dan keamanan personel pasukan penjaga perdamaian.
Negara-negara tersebut juga mengecam dengan tegas berlanjutnya serangan terhadap UNIFIL, termasuk tindakan agresif terhadap personel dan pimpinan UNIFIL dalam beberapa waktu terakhir yang tidak dapat dibenarkan.
“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” tegas Duta Besar Umar Hadi, dilansir di laman resmi Kemlu, Sabtu (11/3/2026).
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut konkret dari komitmen Indonesia yang disampaikan oleh Menlu RI Sugiono untuk mengambil langkah tegas dalam merespons serangkaian serangan sejak akhir Maret 2026, yang menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia serta melukai sejumlah personel lainnya dari Prancis, Ghana, Indonesia, Nepal dan Polandia.
Kementerian Luar Negeri RI terus mendorong Dewan Keamanan PBB melanjutkan penyelidikan secara menyeluruh terhadap seluruh insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian. Negara-negara kontributor juga menyerukan penghentian kekerasan di Lebanon, deeskalasi ketegangan, serta mendorong agar seluruh pihak kembali ke meja perundingan guna mencapai penyelesaian damai.
(eva/idh)





