Presiden CAF Motsepe menolak klaim korupsi Senegal di tengah dampak AFCON

Pemerintah Senegal menuduh badan sepak bola Afrika melakukan korupsi setelah gelar AFCON diberikan kepada Maroko.

Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menolak tuduhan korupsi yang dilakukan pemerintah Senegal setelah keputusan mengejutkan badan tersebut untuk mencabut gelar AFCON Senegal dan memberikannya kepada Maroko.

“Jika ada yang ingin memulai tindakan hukum dengan tuduhan adanya korupsi di CAF, saya tidak hanya menyambut baik hal itu, saya juga mendorong mereka,” kata Patrice Motsepe, berbicara di Maroko, Kamis.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

“Tidak ada yang perlu dikecualikan. Kami sangat menghormati peradilan dan hukum setiap negara dari 54 negara kami di benua Afrika.

“Saya yakin apa pun keputusan CAS, kami akan menghormatinya dan kami akan menerapkannya,” tambahnya, Merujuk pada Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Kunjungan Motsepe terjadi pada saat yang sangat menegangkan bagi CAF menyusul keputusan mengejutkan mereka penyiaran kemenangan 1-0 Senegal melawan tuan rumah Maroko di final Piala Afrika pada 18 Januari.

CAF mengutip peraturan tentang meninggalkan lapangan saat mereka mencatatkan kemenangan 3-0 untuk keunggulan Maroko pada 17 Maret.

Selama pertandingan, para pemain Senegal, bersama dengan pelatih kepala Pape Thiaw dan stafnya, meninggalkan lapangan di Rabat setelah Maroko mendapat hadiah penalti di masa tambahan waktu, yang gagal akhirnya dilakukan oleh penyerang Brahim Diaz.

Federasi Sepak Bola Senegal punya mengajukan banding atas keputusan CAF di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Keputusan tersebut memicu tanggapan keras dari Senegal, yang pemerintahnya telah melakukan survei penyelidikan internasional terhadap dugaan korupsi di lembaga tersebut.

  • Related Posts

    Pesan Prabowo di HUT TNI AU: Pertahankan Kedaulatan di Udara

    PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara untuk selalu menjaga Tanah Air. Prabowo menyampaikan pesan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 TNI AU yang jatuh pada Kamis,…

    Komnas HAM Tunggu Jadwal dari TNI untuk Periksa 4 Tersangka Kasus Andrie Yunus

    Jakarta – Komnas HAM menyebut belum ada konfirmasi kehadiran dari empat prajurit TNI tersangka kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus. Komnas HAM masih menunggu jadwal pemeriksaan terhadap…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *