Sejumlah Pekerja di Jakarta Belum WFH Besok, Masih Tunggu Kepastian Kantor

Jakarta

Pemerintah menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) dan menyesuaikan bagi karyawan swasta. Namun, sejumlah pekerja di Jakarta mengaku belum akan memulai WFH Jumat besok.

Salah seorang pekerja, Puji (42) mengatakan kantornya masih mengkaji kebijakan WFH. Meski instruksi dari pusat sudah ada, kantornya di tingkat satuan kerja masih menunggu surat keputusan resmi untuk pelaksanaan di lapangan.

“Sekarang masih menunggu keputusan dari atasan. Saya dengar sih sudah turun (instruksinya), tapi di kantor kami kan dibikin keputusan turunannya, nah itu belum muncul sih,” ujar Puji di Stasiun Sudirman, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puji yang bekerja di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Jakarta ini menyebut ada pertimbangan khusus di sektor pendidikan. Pasalnya, mayoritas kegiatan adalah praktek lapangan yang sulit dilakukan secara daring.

“Kami kan kampus kesehatan, itu banyak pertimbangannya. Bisa jadi nanti output ke mahasiswanya tidak tercapai. Di tempat kami itu 60 persen sudah praktik, full praktik. Kalau dibikin WFH ya sebenarnya kurang cocok kalau pakai Zoom,” jelasnya.

“Tapi karena memang itu instruksi dari atas ya sedang diadaptasikan dengan pembuatan itu sistem kuliah berbasis digital yang harus efektif lah, nanti kan dievaluasi gitu,” sambung dia.

Senada dengan Puji, Dio (21), seorang karyawan swasta, juga menyebut kantornya belum menerapkan WFH Jumat besok. Menurutnya, saat ini jajaran manajemen masih mengkaji skema yang tepat agar produktivitas karyawan tetap terjaga.

“Kalau saat ini sebenarnya lagi digodok sih, maksudnya masih belum menentukan apakah hari Jumat ini akan ada WFH atau nggak. Keputusannya belum ada,” kata Dio.

Meski begitu, Dio mengaku mendukung kebijakan WFH di tengah situasi global yang tidak menentu ini. Terlebih, kantornya tidak bergerak di sektor pelayanan, yang memungkinkan karyawannya bekerja dari mana saja.

“Sebenarnya saya setuju karena menjadi salah satu solusi buat para pekerja untuk bisa lebih produktif. Mereka punya waktu lebih banyak karena tidak perlu commute (perjalanan) di hari Jumat dengan menghemat energinya lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah menerapkan kebijakan WFH sebagai langkah efisiensi BBM di tengah konflik di Timur Tengah. Skema yang disiapkan memungkinkan pegawai bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan.

(dek/dek)

  • Related Posts

    Pekerja Asal Bali Ditahan di AS, Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Seksual

    Jembrana – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) inisial Putu JW dilaporkan telah ditangkap oleh otoritas berwenang di Florida, Amerika Serikat (AS). Pria asal Jembrana, Bali, ini diduga terlibat kasus kekerasan…

    Rumah sakit di Beirut berjuang untuk menangani korban jiwa setelah serangan Israel

    Beirut, Lebanon – Ketika bom menghujani ibu kota Lebanon, ratusan orang dibawa ke Rumah Sakit American University of Beirut (AUB), banyak yang menangis, banyak yang ketakutan. Anak-anak mencari saudara kandung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *