KOMISI IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengagendakan pemanggilan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk rapat menyoal pengadaan puluhan ribu sepeda motor untuk operasional proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). “Senin besok kami akan mengundang BGN bersama dengan beberapa instansi lain,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris saat ditemui di kompleks DPR/MPR/DPD, Jakarta pada Kamis, 9 April 2026.
Dia mengatakan agenda rapat dengan BGN juga bakal membahas ihwal tata kelola MBG. Menurut dia, BGN harus menjelaskan pengadaan 21 ribu motor listrik ini kepada publik.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Terlebih, Charles menekankan, pengadaan motor ini dilakukan BGN di tengah instruksi penghematan anggaran dari Presiden Prabowo Subianto. Politikus PDI Perjuangan ini menilai pengadaan sepeda motor ini tidak tepat, sehingga meminta agar kebijakan tersebut dibatalkan. “Program MBG ini tujuan utamanya untuk memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia, sehingga penggunaan anggaran harus fokus untuk tujuan utama itu,” kata Charles.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pengadaan 21 ribu sepeda motor untuk operasional MBG dilakukan dari anggaran tahun 2025. Dia menyatakan kendaraan roda dua itu bakal dibagikan kepada kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). “Akan kami distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG, terutama untuk di daerah-daerah yang sulit,” ujar Dadan, Rabu, 8 April 2026.
Dadan mengklaim anggaran yang digelontorkan untuk membeli satu unit sepeda motor itu sebesar Rp 42 juta. Menurut dia, harga motor listrik itu berada di bawah harga pasar. “Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kami beli kalau enggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran,” ucapnya.
Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.






