Kloter Pertama Jemaah Haji Berangkat Pada 22 April 2026

PEMERINTAH mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan rangkaian ibadah haji akan diawali dengan masuknya calon jemaah ke asrama haji pada 21 April 2026. Satu hari berikutnya, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji akan berangkat ke Arab Saudi.

“Pemberangkatan gelombang pertama dimulai tanggal 22 April 2026 menuju Madinah dan dilanjutkan ke Makkah. Sedangkan gelombang kedua berangkat mulai tanggal 7 Mei 2026 langsung ke Jeddah dan melanjutkan ke Makkah,” kata Irfan, Rabu, 8 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengatakan pemberangkatan seluruh calon jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi ditargetkan rampung pada 21 Mei 2026. Total calon jemaah haji Indonesia tahun ini sebanyak 221 ribu orang, yang terdiri atas jemaah haji reguler sebanyak 203.320 orang dan haji khusus 17.680 orang. 

Puncak ibadah haji tahun ini diperkirakan berlangsung pada 26 Mei 2026 saat wukuf di Arafah. Setelah itu, jemaah haji akan menjalani rangkaian mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melempar jumrah.

Selanjutnya tahap pemulangan jemaah haji kloter pertama ke Tanah Air, yang dijadwalkan 1 Juni 2026. Pemulangan jemaah haji ini berlangsung secara bertahap hingga 1 Juli 2026.

Dari sisi akomodasi, kata Irfan, pemerintah menyiapkan sejumlah wilayah penempatan jemaah haji di Makkah seperti di Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziyah Janubiyah. Sementara di Madinah, akomodasi dipusatkan di kawasan Markaziyah yang berdekatan dengan Masjid Nabawi.

“Jumlah jemaah di tiap sektor berkisar antara 18 ribu hingga 21 ribu orang guna menjaga keseimbangan layanan,” ujar Irfan. 

Ia melanjutkan, untuk layanan konsumsi, pemerintah menyiapkan 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah. Pemerintah juga melakukan penyesuaian distribusi setelah satu penyedia mengundurkan diri, dengan mengalihkan kapasitasnya ke tiga perusahaan katering. Skema distribusi disusun dengan mempertimbangkan kapasitas dapur, jarak hotel, dan jumlah jemaah untuk menjamin ketepatan waktu dan kualitas makanan.

Irfan juga menyampaikan, kesiapan tiket bus antarkota jemaah haji di Arab Saudi telah mencapai 100 persen. Sementara kesiapan sarana sekitar 60 persen dan penempatan petugas sekitar 70 persen. Kemudian penyiapan bus salawat, rute dan halte telah rampung seluruhnya, termasuk penyediaan 40 unit bus khusus disabilitas.

Pemerintah juga menegaskan larangan pemberian tip kepada pengemudi untuk menjaga standar layanan operasional haji. 

Selain itu, kata dia, aspek dokumen pelayanan jemaah sudah mendekati tahap akhir. Per 1 April 2026, dari total 203.320 visa, sebanyak 203.276 telah tercetak. Sisanya masih dalam proses, terdiri dari 38 jemaah berstatus under processing, dua jemaah waiting MLC check, dan empat jemaah berstatus baru.

  • Related Posts

    Anggota DPR RI Bonnie Triyana Pastikan RUU Sisdiknas Beri Perlindungan dan Kesejahteraan Guru

    INFO TEMPO — Komisi X DPR RI terus mendorong Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional atau RUU Sisdiknas. Melalui revisi regulasi tersebut, DPR ingin memastikan kebijakan pendidikan ke depan mampu memberikan…

    Dua Terminal Energi PET Raih Proper Hijau, Bukti Komitmen terhadap Lingkungan

    INFO NASIONAL – PT Pertamina Energy Terminal (PET) kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih Proper Hijau melalui dua unit operasinya, yaitu Terminal LPG Tanjung Sekong dan Fuel…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *