Jakarta –
Ketum Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menceritakan isi diskusinya dengan Presiden Prabowo Subianto di balik keputusan BBM bersubsidi tidak naik. Bahlil juga berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Dalam diskusi kami, saya sampaikan kepada Bapak Presiden, ‘Pak, kalau sampai dengan ICP 100 dolar, kami mengusulkan kalau bisa jangan kita naikkan untuk harga minyak subsidi.’ Untung saja saya dengan Pak Menko, mantan Ketua Umum Golkar juga, diskusi terus. Ini sebenarnya ini apa ya, hasil kolaborasi antara Ketum Golkar senior sama junior kira-kira begitu,” kata Bahlil dalam sambutannya dalam acara halalbihalal Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil kemudian menceritakan momen ketika tidak menaikkan BBM subsidi. Dia mengatakan momen kali ini berbeda saat pendami COVID-19.
“Dalam pandangan kami waktu saya diskusi dengan teman-teman di Kementerian ESDM, kalau kita naikkan BBM dalam kondisi normal, itu mungkin masih ada kepekaan kita karena orang enggak ada tekanan ekonomi yang luar biasa, jadi kita naikkan pun clear,” jelasnya.
“Kalau sekarang ini kan tekanan ekonominya tinggi. Ini seperti COVID ini kita sebenarnya. Bedanya COVID itu kita enggak bisa keluar rumah karena penyakit, ini bisa kita keluar rumah tapi tekanan ekonominya ini beda-beda tipis dengan COVID,” imbuh Bahlil.
Bahlil pun mengatakan Kementerian ESDM turut mencarikan dana terkait dipertahankannya harga BBM subsidi.
“Bukan hanya kita tidak naikkan tetapi kami dari kementerian ESDM juga mencari uangnya. Selama ini kan hanya naik, minta duit. Kalau sekarang kita pertahankan tidak naik, kita carikan duit,” jelasnya.
Bahlil kemudian menceritakan ketika cadangan gas LPG menipis. Bahlil mengakui sempat kebingungan.
“Di tanggal 4 kemarin, cadangan LPG kita itu tidak sampai 10 hari, tanggal 4 kemarin. Idealnya itu harus minimal 10 hari. Tetapi alhamdulillah kita mampu mengarahkan beberapa kargo kita ya, negosiasi dengan Jepang dapat, kemudian Australia dan Brunei Darussalam,” ujarnya.
Bahlil mengatakan pasokan LPG saat ini sudah aman. Dia mengatakan cadangan LPG bisa di atas 10 hari.
“Dan sekarang kapal sudah ada yang masuk dan cadangan kita sekarang sudah di atas 10 hari untuk LPG. Jadi udah lewat. Ini, ini yang membuat saya bingung betul,” ucap Bahlil.
(idn/idn)






