Jakarta –
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau calon lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lokasi ini diusulkan sebagai titik perluasan Sekolah Rakyat rintisan di wilayah Jabodetabek sesuai arahan Presiden.
Dalam peninjauan tersebut, Agus Jabo mengecek kondisi asrama empat lantai berkapasitas sekitar 400 orang yang telah selesai secara fisik. Selain itu, terdapat gedung baru empat lantai yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang kelas, ruang makan, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Fasilitas di PTDI-STTD ini sangat memadai. Secara fisik sudah siap, tinggal kita pastikan administrasi dan detail teknis seperti air, listrik, serta penataan ruang,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, tiga sarana utama harus dipastikan sebelum pembukaan Sekolah Rakyat tambahan pada April 2026.
“Yang harus siap segera itu ruang kelas, asrama, dan dapur atau ruang makan. Itu tiga komponen paling mendesak,” katanya.
Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Ia juga menceritakan temuan di lapangan yang memperkuat urgensi program tersebut.
“Sekolah Rakyat ini kita dorong sebagai intervensi untuk memutus transmisi kemiskinan. Lebih dari 64 persen anak dari keluarga miskin berisiko tetap miskin jika tidak ada intervensi negara,” jelasnya.
“Kami menemukan anak-anak yang tidak mau pulang karena tidak ada makanan di rumah. Ada orang tua yang sampai bersujud, memohon agar anaknya bisa masuk Sekolah Rakyat. Artinya program ini sangat dibutuhkan,” sambungnya.
Secara nasional, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengoperasikan 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 34 provinsi pada 2025. Selain itu, 104 Sekolah Rakyat permanen tengah dibangun oleh Kementerian PU dan 100 lokasi tambahan disiapkan pada 2026.
“Jumlah siswa saat ini sekitar 15.000 dan akan meningkat menjadi 30.000 pada tahun ini. Presiden meminta percepatan agar tidak ada lagi anak yang turun ke jalan atau putus sekolah karena kemiskinan,” tutur Agus Jabo.
Sebelum menutup kunjungan, Agus Jabo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan atas dukungan melalui PTDI-STTD. Ia pun berharap kapasitas siswa Sekolah Rakyat dapat meningkat ke depannya.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan. Sinergi ini sangat penting untuk percepatan Sekolah Rakyat. Untuk kali ini kami bersyukur bisa memanfaatkan fasilitas pendidikan milik Kemenhub,” ucapnya.
“Kalau fasilitas ini dimanfaatkan, kita bisa menambah ratusan siswa lagi. Mudah-mudahan pada Juli 2026 kapasitasnya bisa mencapai lebih dari 1.000 siswa di titik-titik rintisan Jabodetabek,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Suharto memastikan kesiapan pihaknya dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Ia menyebut Kemenhub memiliki 22 sekolah kedinasan dengan fasilitas serupa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program tersebut.
“Kami siap mendukung penuh pemanfaatan fasilitas yang ada untuk Sekolah Rakyat, termasuk asrama, ruang kelas, dan fasilitas taruna,” ungkap Suharto.
“Kami siap berkontribusi untuk menyukseskan Sekolah Rakyat sesuai arahan Bapak Presiden,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (6/4) kemarin ini turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris BPSDMP Ali Fikri, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Bambang Siswoyo, Direktur PTDI-STTD Avi Mukti Amin, dan pejabat struktural PTDI-STTD lainnya.
(ega/ega)





