Polisi mengungkap temuan lain kasus kecelakaan kerja di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jagakarsa, Jakarta Selatan, berujung empat pekerjanya tewas. Polisi menyebut para korban tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri saat proses pekerjaan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, olah TKP pertama dari anggota piket yang menangani itu, pada saat kejadian di TKP para pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri atau APD,” kata Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Indra mengatakan, pihak kepolisian sudah memeriksa mandor hingga pengawas. Polisi juga saat ini tengah mendalami dugaan kelalaian dalam peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga, kata Indra, menolak untuk dilakukan autopsi. Rencananya, polisi akan memeriksa pemilik gedung pada Kamis (9/4) untuk mendalami terkait perizinan dan peruntukan gedung yang sedang dibangun tersebut.
“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan untuk bangunannya untuk apa dan tujuannya dibangun untuk apa, karena dari pihak pemilik perusahaan baru akan diperiksa hari Kamis nanti dengan melampirkan surat perizinan dan lain-lain untuk bisa dipastikan terkait bangunan apa tersebut,” jelasnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang RT 02 RW 02 Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kejadian berawal saat mandor memerintahkan para pekerja untuk menguras gelonteng (penampungan air bersih) berukuran 6×3 meter yang ada di basement.
“Kemudian pada saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang geloteng dan sempat ditolong oleh rekan kerjanya tapi tidak menggunakan perlengkapan safety,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Saksi pekerja lain yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mencoba membantu rekan kerjanya. Mandor lalu meminta tolong saksi lain untuk mengevakuasi korban.
Namun saksi merasa tidak kuat saat mencoba membantu rekannya. Saksi merasakan hawa panas di sekitar gelonteng.
Keempat korban tewas adalah YN (31), M (61), TS (62), dan MF (18). Selain itu, tiga pekerja lainnya dilaporkan mengalami sesak napas saat membantu para korban.
Ketiga korban saat ini masih dirawat di RS Pasar Rebo. Mereka adalah Ujib (42), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63).
(wnv/isa)






