Literasi Jadi Tantangan Utama Siswa di TKA SMP

PELAKSANAAN Tes Kemampuan Akademik (TKA) menghadirkan tantangan baru bagi guru dan siswa. Soal-soal yang panjang dan kompleks menuntut kemampuan membaca dan memahami teks, sementara guru harus mencari cara agar siswa tetap bisa mengerjakan dengan baik.

Guru Matematika di SMP Negeri 9 Cipayung Kunari Mulyawan mengatakan, soal TKA lebih sulit dibanding pembelajaran sehari-hari. Materi soal tidak hanya berisi angka, tetapi juga disertai narasi panjang yang harus diubah menjadi bentuk perhitungan matematika.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Anak-anak kadang malas membaca, lalu kesulitan menerjemahkan bahasa soal ke dalam bahasa matematika,” ujar Kunari saat ditemui di Depok, Jawa Barat, Selasa, 7 April 2026. TKA SMP berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, materi yang diujikan matematika, dan hari kedua Bahasa Indonesia.

Meski materi tetap mengacu pada kurikulum, desain soal yang lebih kompleks membuat siswa kesulitan. Sekolah telah memberikan pendalaman materi sebelum TKA, termasuk buku khusus TKA dan simulasi. Namun, hasil ujian tetap sulit diprediksi, terutama karena gangguan teknis seperti masalah jaringan pada hari pertama.

Sebelumnya sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) menilai soal mata pelajaran Matematika pada pelaksanaan TKA terbilang sulit. Menurut mereka, tingkat kesulitan hingga manajemen waktu dalam pengerjaan materi soal TKA menjadi kendala sekaligus tantangan. Total soal TKA matematika sebanyak 30 dengan waktu pengerjaan selama 75 menit

Haafiza Cheryl, siswa kelas IX SMPN 9 Cipayung, Jawa Barat, mengatakan beberapa soal yang sulit membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama. Terutama, untuk soal-soal dengan narasi atau teks yang panjang.

Siswa lain, Marvin Luckianto Kumari, menilai alokasi waktu selama dua menit untuk satu soal kurang memadai karena materi soal umumnya berupa literasi yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam. “Pengerjaan soal dalam dua menit itu kurang. Saya menyelesaikan soal minimal tiga menit, bahkan lima menit untuk soal yang sulit,” ujar dia.

Guru Bahasa Indonesia Titin Supriatin mengatakan, tantangan terbesar adalah rendahnya kemampuan literasi siswa. Soal Bahasa Indonesia dalam TKA didominasi teks panjang yang membutuhkan pemahaman mendalam. “Kalau soal panjang, idealnya sekitar tiga menit per materi soal. Yang pendek satu menit cukup,” jelas Titin. Dia menilai, waktu persiapan siswa yang mepet dan kendala teknis membuat kesiapan mental belum optimal.

Titin menekankan perlunya upaya serius meningkatkan minat baca siswa, misalnya dengan insentif atau penghargaan agar siswa terbiasa memahami teks. Meski menghadapi berbagai tantangan, Kunari dan Titin berharap siswa meraih hasil terbaik. Mereka menilai capaian nilai tinggi kemungkinan hanya diraih siswa dengan kemampuan literasi dan pemahaman lebih baik.

  • Related Posts

    Kemenbud Gandeng BPS Perkuat Pemajuan Kebudayaan Berbasis Data

    Jakarta – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) terus memperkuat pemajuan kebudayaan berbasis data melalui sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong kebudayaan sebagai engine of growth yang berkontribusi…

    Amnesty: Peradilan Militer Masih Jadi Instrumen Politik

    DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, peradilan militer di Indonesia hingga kini masih berfungsi sebagai instrumen politik yang melindungi aparat, alih-alih sebagai lembaga penegak hukum yang independen. Peradilan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *