Kemhan: Pembelian Jet Pilatus PC-24 Masih Penjajakan

KEPALA Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menyatakan belum ada keputusan final perihal rencana pembelian jet Pilatus PC-24. Dia berujar saat ini prosesnya masih dalam tahap penjajakan.

Kementerian Pertahanan, kata dia, juga masih mengkaji dari aspek kebutuhan operasional dalam rencana pengadaan jet asal Swiss tersebut. “Belum ada alokasi anggaran,” ujar dia dalam keterangannya pada Senin, 6 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski demikian, pemerintah telah menekan kontrak pembelian untuk mendatangkan 12 unit jet Pilatus PC-24 dengan menggandeng PT E-System Solutions Indonesia sebagai kontraktor atau pihak ketiga. Hal itu dilakukan pada 31 Maret 2026.

Pemerintah juga telah menandatangani surat pernyataan niat atau letter of intent untuk pengadaan 24 unit pesawat latih dari perusahaan yang sama, yaitu Pilatus PC-21. Paket tersebut mencakup perangkat pelatihan berbasis darat, suku cadang, peralatan pendukung, serta dukungan teknis.

Dalam laman resmi Pilatus Aircraft, Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa tipe pesawat jet Pilatus PC-24 dipilih untuk mendukung berbagai kegiatan operasional. Di antaranya untuk pelatihan pilot transportasi, misi transportasi udara, dan penghubung di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.

Pesawat jet Pilatus PC-24 buatan Swiss ini dapat dioperasikan oleh satu pilot dan membawa empat penumpang. Pesawat ini dilengkapi dengan pintu kargo serta memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek ataupun tidak beraspal.

Harga jet Pilatus PC-24 diperkirakan sebesar US$ 11,2 juta hingga US$ 13 juta atau setara dengan Rp 178-200 miliar per unit. Harga tersebut bergantung pada komponen jet.

CEO Pilatus Markus Bucher mengatakan kerja sama pengadaan pesawat jet Pilatus PC-24 tersebut menjadi awal hubungan jangka panjang dengan Indonesia. “Prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada tersebut dengan lancar,” tuturnya, seperti dikutip dari laman resmi Pilatus Aircraft, Ahad, 5 April 2026.

Sedangkan, Vice President Government Aviation Pilatus Ioannis Papachristofilou mengatakan pemilihan pesawat Pilatus PC-24 mencerminkan meningkatnya minat operator pemerintah Indonesia terhadap pesawat tersebut untuk berbagai misi.

Pakar militer Connie Rahakundini menilai rencana pengadaan 12 unit jet Pilatus PC-24 tak mendesak. Sebab, dia mengatakan peran pesawat jet bisnis itu bukan prioritas utama dalam hal penguatan pertahanan nasional.

Pesawat Pilatus PC-24, ujar dia, hanya berfungsi sebagai pendukung dalam kegiatan operasi militer, seperti mobilitas intrawilayah, evakuasi medis, dan pelatihan penerbangan berbasis instrumen. “Prioritas (penguatan pertahanan) tetap pada platform tempur,” ujar Connie pada Ahad, 5 April 2026.

Terlebih, dia mengatakan porsi anggaran pertahanan Indonesia tergolong terbatas. Connie mewanti-wanti agar anggaran pertahanan itu dipakai untuk pengadaan yang betul-betul mendesak.

“Risiko pemborosan muncul jika aset tidak dimanfaatkan optimal atau lebih mahal dibanding alternatif lain,” katanya.

Tempo menjelaskan lebih jauh ihwal urgensi dalam rencana pengadaan 12 unit jet Pilatus PC-24 ini. Pembaca dapat mengaksesnya di sini.

Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Menteri Brian: PJJ Hanya untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas

    KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengatakan, kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di perguruan tinggi tidak berlaku untuk seluruh mahasiswa. PJJ hanya ditujukan bagi mahasiswa semester lima ke atas serta…

    Cerita Siswa Cemas Ikut TKA hingga Peringatan untuk Pengawas

    KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pelaksanaan hari pertama tes kemampuan akademik (TKA) di sejumlah daerah berjalan relatif lancar. Namun, ada sedikit cerita pengalaman dari SMP Negeri 2 Curug,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *