Ada Gas di Lokasi 4 Pekerja Bak Penampungan Air Tewas di Jaksel, Beracun?

Jakarta

Polisi mengungkap ada kandungan gas di bak penampungan air proyek bangunan bertingkat di Jagakarsa, Jakarta Selatan yang menyebabkan empat pekerjanya tewas. Lantas apakah gas tersebut beracun?

“Untuk dari jenis dan gas apa yang disebarkan, kami belum bisa menjelaskan secara detail karena memang bukan keahlian kami. Mungkin nanti di doorstop atau press release selanjutnya akan dijelaskan terkait gas atau kandungan yang menyebabkan kematian,” kata Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Indra mengatakan, pihaknya bersama Kemnaker, Dinaker Provinsi Jakarta hingga pusat laboratorium forensik (puslabfor) Polri sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi selanjutnya akan menguji sampel gas dan kandungan air di lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Di mana dari pihak Labfor maupun dari pihak kementerian melakukan uji sampel, uji sampel pengambilan gas maupun kandungan air yang ada di dalam tempat atau bak penampungan yang menyebabkan meninggalnya empat orang tersebut,” kata dia.

“Yang mana tujuan dari pengambilan sampel-sampel tersebut untuk menentukan gas maupun asal dari gas yang menyebabkan meninggal,” imbuhnya.

Hingga kini sejumlah saksi masih diperiksa. Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan mendoakan.

Korban Rasakan Hawa Panas

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang RT 02 RW 02 Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan

Keempat korban tewas adalah YN (31), M (61), TS (62), dan MF (18). Selain itu, tiga pekerja lainnya dilaporkan mengalami sesak napas saat membantu para korban.

Ketiga korban saat ini masih dirawat di RS Pasar Rebo. Mereka adalah Ujib (42), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63).

Kejadian berawal saat mandor memerintahkan para pekerja untuk menguras gelonteng (penampungan air bersih) berukuran 6×3 meter yang ada di basement.

“Kemudian pada saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang geloteng dan sempat ditolong oleh rekan kerjanya tapi tidak menggunakan perlengkapan safety,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Saksi pekerja lain yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mencoba membantu rekan kerjanya. Mandor lalu meminta tolong saksi lain untuk mengevakuasi korban.

“Rekan kerja korban ikut terjatuh ke dalam gelonteng, kemudian mandor meminta tolong saksi untuk mengevakuasi korban yang berada dalam gelonteng,” katanya.

Namun saksi merasa tidak kuat saat mencoba membantu rekannya. Saksi merasakan hawa panas di sekitar gelonteng. “Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas dan pengap di sekitar gelonteng,” imbuhnya.

Singkat cerita, para korban bisa dievakuasi dari dalam bak penampungan air tersebut. Para korban kemudian dilarikan ke RS Pasar Rebo.

(wnv/isa)

  • Related Posts

    SKK Migas Apresiasi Bareskrim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

    Jakarta – Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengapresiasi Bareskrim Polri yang membongkar penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi di berbagai wilayah. Menurutnya, penindakan praktik ilegal itu berkontribusi menjaga…

    Polisi: 4 Pekerja Bak Penampungan Air Tewas di Jaksel Tak Pakai APD

    Jakarta – Polisi mengungkap temuan lain kasus kecelakaan kerja di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jagakarsa, Jakarta Selatan, berujung empat pekerjanya tewas. Polisi menyebut para korban tidak dilengkapi dengan alat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *