MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto membuka peluang kampus asing beroperasi di Indonesia. Dia mengatakan, pemerintah akan mendorong model kerja sama kampus asing dengan menggandeng perguruan tinggi di dalam negeri.
Brian mengatakan pemerintah tidak menutup kemungkinan kampus asing berdiri sendiri di Indonesia. Tapi, pemerintah lebih mengutamakan pendekatan kolaboratif.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Kalau dia ingin membangun sendiri, kami persilakan. Tetapi kami juga mendorong bagaimana model kampus asing itu bekerja sama dengan kampus yang ada di Indonesia,” kata Brian saat ditemui di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Jakarta Selatan, Senin, 6 April 2026.
Menurut Brian, skema yang didorong bukan penggabungan institusi, melainkan program terintegrasi seperti joint degree atau program bersama. Melalui model ini, mahasiswa dapat mengikuti kurikulum yang melibatkan dua institusi sekaligus.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat memberi dampak ganda, yaitu membuka akses pendidikan global dan memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam negeri. “Dengan begitu kampus kita juga ikut terberdayakan,” ujar Brian.
Brian mengatakan kerja sama semacam itu sudah mulai dijajaki oleh sejumlah institusi, termasuk kemungkinan kolaborasi antara kampus luar negeri seperti University of Oxford dan Institut Teknologi Bandung.
Meski begitu, ia belum merinci daftar kampus asing yang akan masuk atau tengah dalam proses penjajakan di sini. “Nanti saya cek dulu. Saya takut salah datanya,” katanya.






