PDIP Selesaikan Kajian Transformasi Partai-Politik TNI

KEPALA Badan Riset dan Analisis Kebijakan (Barak) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andi Widjajanto mengatakan mereka sudah menyelesaikan kajian strategis mengenai transformasi partai khusus untuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Transformasi partai itu mengkaji berbagai pemilihan umum yang dilalui hingga dampak positif dan negatifnya. “Lalu dilihat dari sisi ideologi sampai struktur, infrastruktur partai sampai ke ranting,” kata mantan Gubernur Lemhannas ini di Jakarta Pusat pada Senin, 6 April 2026.

Kajian itu juga memasukkan variabel media sosial dan akal imitasi (AI). Semua pembahasan itu bertujuan mentransformasi partai ke depan. 

Selain kajian itu, Barak juga mengkaji mengenai reformasi politik di Indonesia dengan melihat berbagai pengalaman pemilihan umum. Ada juga kajian mengenai politik militer TNI saat ini. 

Kata dia, kajian itu disusun hampir setahun sejak dia menjabat sebagai Ketua Barak PDI Perjuangan pada Juli 2024. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta kajian itu dilakukan konsinyering lebih dahulu selama 3 hari. Rencananya, konsinyering akan diadakan bulan ini. 

Selain kajian strategis jangka panjang, Andi berkata Megawati menugaskannya membuat kajian dinamis. Sebagian besar temanya berkaitan dengan geopolitik. Paling baru, Barak sedang mengkaji mengenai gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon hingga kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

  • Related Posts

    Sederet Langkah Penghematan di Kementerian Agama

    MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengatakan Kementerian Agama membatasi penggunaan kendaraan dinas maksimal 50 persen dalam sehari. Pembatasan penggunaan kendaraan dinas itu merupakan bagian dari langkah penghematan energi.  Di samping membatasi…

    Petugas PPSU Dijatuhi SP1 Usai Unggah Foto Penertiban Parkir Liar Hasil AI

    Jakarta – Lurah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Siti Nurhasanah, memastikan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang mengunggah foto palsu dijatuhi sanksi berupa Surat Peringatan Pertama (SP1). Hal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *