Kakorlantas Audiensi dengan Pakar Transportasi, Evaluasi Operasi Ketupat 2026

Jakarta

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menerima audiensi para pakar transportasi. Agenda ini digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Irjen Agus menerima audiensi para pakar transportasi ini di Rupatama Korlantas Polri, Kamis (2/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Irjen Agus menjelaskan bahwa Operasi Ketupat tahun ini tidak hanya fokus pada pengamanan arus lalu lintas dan kriminalitas, melainkan juga sebagai operasi kemanusiaan untuk memastikan masyarakat mudik dan kembali dengan aman.

“Operasi Ketupat tahun ini konsepnya berbeda. Bukan hanya mengelola kriminalitas dan lalu lintas, tetapi negara hadir untuk menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Idulfitri,” ujar Irjen Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (Dok istimewa).Foto: Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (Dok istimewa).

Ia mengungkapkan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 ini menghadapi tantangan besar karena terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. Ini menjadi salah satu mudik yang tertinggi sepanjang sejarah karena ada lebih dari 270 ribu kendaraan keluar Jakarta melalui jalan tol dalam satu hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, Korlantas Polri menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti contraflow hingga one way nasional agar arus kendaraan tetap terkendali.

“Kalau tidak dilakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way, kendaraan tidak akan bisa bergerak karena volume kendaraan sangat tinggi, perbandingan antara panjang jalan dan jumlah kendaraan tidak seimbang. Maka harus ada intervensi rekayasa lalu lintas,” tuturnya.

Selain mengatur lalu lintas, anggota Polri di lapangan juga memberikan pelayanan secara humanis kepada masyarakat dengan memberikan informasi dan imbauan demi keselamatan selama perjalanan mudik.

“Operasi Ketupat ini adalah operasi kemanusiaan. Anggota di lapangan tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga membantu masyarakat selama perjalanan mudik. Semua itu harus dikelola dengan pendekatan kemanusiaan,” ujarnya.

Berdasarkan data selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dan masa Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 5,31 persen dan fatalitas korban meninggal dunia turun sekitar 30 persen.

“Berdasarkan data, angka kecelakaan selama Operasi Ketupat turun sekitar 5,31 persen dan fatalitas korban meninggal dunia turun sekitar 30 persen,” tutup Kakorlantas.

(hri/whn)

  • Related Posts

    Pengamat: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, 94 Persen Masyarakat Puas

    Jakarta – Guru Besar Tetap STIK Lemdiklat Polri Prof Albertus Wahyurudhanto mengungkap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan dengan baik. Ini berdasarkan hasil…

    Kapal kontainer milik Prancis transit di Selat Hormuz untuk pertama kalinya sejak perang Iran

    Belum jelas bagaimana kapal tersebut, yang menurut data pelacakan Lalu Lintas Laut, berlayar ke selatan di sepanjang pantai Oman, mendapatkan jalur yang aman. Sebuah kapal kontainer milik raksasa pelayaran Perancis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *