Kebakaran hebat yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) mengakibatkan sejumlah korban luka. Insiden yang turut menghanguskan rumah-rumah warga di sekitar lokasi tersebut kini diusut polisi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026. Api baru dapat dipadamkan setelah berjam-jam pada Kamis dini hari, 2 April 2026.
Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kebocoran gas dari tabung utama. Pihak kepolisian menurunkan Tim Labfor untuk menyelidiki lebih lanjut terkait insiden tersebut. Berikut fakta-faktanya dirangkum detikcom, Jumat (3/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran Picu Ledakan, Padam Usai 6 Jam
Kebakaran yang terjadi di SPBE Cimuning disertai ledakan. Api berkobar-kobar.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (1/4) sekitar pukul 21.30 WIB. Api baru padam setelah enam jam, tepatnya pukul 03.45 WIB, pada Kamis (2/4).
Kebakaran yang bersumber dari fasilitas pengisian tabung gas tersebut sempat memicu rentetan ledakan yang cukup besar. Lokasi kebakaran yang saling menempel dengan area permukiman, mengakibatkan sejumlah rumah penduduk yang berada di sekitar area SPBE ikut terdampak kobaran api.
Sebanyak 9 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi kebakaran di Jalan Cinyosog, Bantar Gebang, Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
Foto: Kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi, sudah padam pada Kamis (2/4/2026) dini hari tadi. Garis polisi dipasang di area terdampak kebakaran. (Rachma/detikcom)
Belasan Rumah Warga Ikut Terbakar
Kebakaran yang terjadi di SPBE Cimuning merembet ke permukiman warga. Belasan rumah warga hangus terbakar akibat kejadian tersebut.
“15 rumah tinggal (RT02 RW003), 4 rumah tinggal, 2 kios (RT 01 RW 003),” ujar Plt Kadis Damkar Kota Bekasi, Heryanto, kepada wartawan, Kamis (2/4).
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat kerusakan yang dialami rumah-rumah warga. Satu musala juga ikut terdampak peristiwa kebakaran tersebut.
“Untuk kerusakan sedang, empat unit kios, kemudian kerusakan ringan ada 10 unit rumah dan satu musala,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, dilansir Antara, Kamis (2/4).
BPBD Kota Bekasi juga mencatat ada tiga unit lapak, enam unit truk SPBE, dan tujuh unit kendaraan roda dua yang mengalami rusak berat. Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran di area dengan luas kurang lebih 2.000 meter persegi tersebut masih dalam perhitungan.
Foto: Kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi, sudah padam pada Kamis (2/4/2026) dini hari tadi. Garis polisi dipasang di area terdampak kebakaran. (Rachma/detikcom)
17 Warga Terluka, Termasuk Balita
Berdasarkan data sementara, total korban kebakaran tercatat sebanyak 17 orang, terdiri dari 14 laki-laki, 2 perempuan, dan 1 anak. Dari jumlah tersebut, lima korban dirawat di RS Citra Arafiq.
“Jumlah korban ini ada 17 orang. Memang luka bakar ada yang beberapa yang sampai di atas 50 persen,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, di RS Citra Arrafiq, Bekasi, Kamis (2/4).
Korban yang menjalani perawatan masing-masing F (30) dengan luka bakar 18 persen, S (17) dengan luka bakar 63 persen, D (25) dengan luka bakar 27 persen, serta W dan A yang tidak mengalami luka bakar namun tetap menjalani observasi medis.
Para korban dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain di RS Citra Arafiq sebanyak 5 orang, di RSUD Kabupaten Bekasi 2 orang, di RS Satria Media 3 orang, di RS Unimedika 1 orang, kemudian 2 orang dirawat di RSUD Kota Bekasi, dan 2 orang lainnya dirawat di RS Kartika Husada.
Dugaan Awal Penyebab Kebakaran
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi Heryanto di Bekasi, Jawa Barat, mengungkapkan peristiwa kebakaran area SPBE Cimuning diduga berawal dari kebocoran gas di lokasi kejadian.
“Kita tunggu hasil penyelidikan pihak berwajib, termasuk terkait penyebab kebakaran. Namun infonya kebocoran gas. Informasi ini saya dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi,” kata Heryanto, dilansir Antara, Kamis (2/4).
Dia menduga api yang menjadi pemicu kebakaran berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE hingga mengakibatkan ledakan serta menghanguskan area tersebut.
“Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya hubungan pendek arus listrik yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi ya,” katanya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mengerahkan sebanyak 15 unit mobil damkar untuk memadamkan api yang membakar SPBE dan puluhan rumah warga yang diduga disebabkan arus pendek listrik. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Kondisi Terkini di Lokasi Kebakaran
Pantauan detikcom, Kamis (2/4/2026), garis polisi dipasang di depan gerbang SPBE yang terbakar. Gerbang SPBE itu tertutup rapat.
Tampak gerbang berwarna biru dari SPBE itu terdampak kebakaran. Di dalam SPBE itu juga terlihat ada bangunan terlihat menghitam dan juga batang pohon yang mengering dampak kebakaran.
Bau hangus kebakaran masih tercium dari lokasi kebakaran di Jalan Cinyosog, Bantargebang, Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Asap tipis juga sempat terlihat di ruko-ruko yang berada dekat SPBE.
Garis polisi sudah terpasang di area lokasi kebakaran. Sejumlah ruko ikut hangus terbakar tinggal puing-puing.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi melakukan pendinginan area permukiman yang terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). Kebakaran SPBE Cimuning mengakibatkan sebanyak 12 orang mengalami luka bakar serius. ANTARA FOTO/Paramayuda Foto: Antara Foto/Paramayuda
Labfor Usut Penyebab Kebakaran
Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki peristiwa kebakaran tersebut. Pihak Labfor diturunkan untuk mengusut penyebab pasti kebakaran.
“Penyebab kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi dengan melibatkan labfor untuk menemukan penyebab kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi wartawan, Kamis (2/4).
Budi mengatakan kebakaran tersebut berdampak pada bangunan rumah, warung, toko, dan gudang rongsok yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah bangunan rusak parah.
“Selain itu, kebakaran juga berdampak pada bangunan warga, meliputi rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan sedang hingga rusak parah,” tuturnya.
(mea/mea)





