PROSES administrasi pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon hampir rampung.
Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah-Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, atasan Praka Farizal, menuturkan proses administrasi dan penghormatan di markas besar UNIFIL telah selesai dilaksanakan pada Rabu, 1 April 2026 waktu setempat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Setelah itu jenazah dijadwalkan akan segera diberangkatkan menuju ibu kota Libanon untuk menjalani tahap finalisasi sebelum diterbangkan ke tanah air.
“Besok (Kamis-2 April) itu rencananya (jenazah) sudah akan dibawa ke Beirut. Di sana ada rumah sakit utama untuk finishing terakhir mekanisme repatriasi dari PBB. Setelah itu, akan standby untuk menunggu pemberangkatan ke Indonesia,” ujar Kolonel Dimar pada Rabu malam, 1 April 2026 di Kulon Progo.
Berdasarkan komunikasi terbaru dengan Dansatgas di lokasi misi, ujar Dimar, pemberangkatan jenazah disusun dengan target persetujuan pada hari Kamis.
Jenazah Praka Farizal akan diterbangkan dari Beirut menuju Istanbul, Turki, untuk kemudian bergabung dalam satu penerbangan langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
Almarhum Praka Farizal akan diterbangkan dengan dua prajurit lain yang juga menjadi korban. Diperkirakan jenazah akan tiba di Indonesia pada hari Jumat atau Sabtu, mengingat adanya perbedaan waktu sekitar lima jam serta total durasi perjalanan yang mencapai belasan jam.
“Kalau misalkan berangkatnya pagi dari sana, berarti mudah-mudahan hari Jumat sudah sampai di Indonesia. Jumat atau Sabtu kurang lebih,” kata dia.
Dimar mengungkap proses repatriasi ini tidak hanya sekadar pemulangan fisik jenazah Praka Farizal. Melainkan juga melibatkan standar mekanisme PBB yang ketat, mulai dari kelengkapan dokumen hingga pemeriksaan materiil militer.
Selain itu, pihak PBB juga melakukan investigasi untuk memastikan kronologi kejadian melalui rekonstruksi sebagai bahan evaluasi perbaikan misi di masa depan.
Dimar menambahkan bahwa seluruh tahapan ini berjalan di bawah bayang-bayang risiko tinggi karena kondisi wilayah yang masih didera konflik bersenjata.
“Masih banyak tembakan, baik tembakan lintas datar maupun tembakan artileri. Sehingga memang masih sangat-sangat berisiko,” kata dia. “Sehingga pengaturan penerbangan dan lain semuanya kita harus menyampaikan ke pihak IDF, Libanon, Hizbullah, dan lain sebagainya,” ujar Dimar.
Nantinya, setibanya di Jakarta, jenazah Praka Farizal bersama dua jenazah prajurit lainnya yang berada dalam satu pesawat akan disambut dengan prosesi penghormatan kenegaraan.
Setelah seluruh rangkaian upacara militer di Jakarta selesai, jenazah akan langsung diterbangkan menuju Yogyakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga sesuai dengan alamat duka masing-masing.






