BPBD Maluku Utara Laporkan Situasi Terkini Pascagempa M7,6

INFO TEMPO – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan situasi terkini pascagempa bumi berkekuatan M7,6 dengan kedalaman 33 Km pada jarak 129 km Tenggara Bitung-Sulawesi Utara. Maluku Utara merupakan wilayah yang ikut merasakan gempa yang terjadi pada Pukul 05.48 WIB, 2 April 2026 dan sempat memberikan peringatan tsunami.

Menurut laporan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, terdapat beberapa wilayah di Maluku Utara yang terkena dampak dari gempa tersebut. “Seperti Kota Ternate, terdapat beberapa kelurahan di wilayah ini mengalami kerusakan bangunan serta masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri.”

Di Kelurahan Lelewi terdapat masing-masing satu unit gereja yang rusak berat, sedang, dan ringan, 19 unit rumah rusak berat, 35 unit rumah rusak sedang, 35 unit rumah rusak ringan. Sementara di Kelurahan Bido masing-masing satu unit gereja mengalami rusak sedang, ringan, dan berat.

Gempa juga memberikan dampak kepada Kelurahan Pante Sagu dengan satu unit gereja yang rusak ringan. Sementara di Kelurahan Tifure satu unit gereja mengalami rusak ringan dan satu unit rumah mengalami dampak yang sama. Di Kelurahan Gambesi, terdapat satu unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dan dua unit rumah rusak ringan.

Fehby pun bersyukur karena gempa yang juga memberikan dampak di Kota Tidore Kepulauan itu tidak menimbulkan korban jiwa. “Meninggal nihil, luka-luka juga nihil.”

Sementara sebagian warga pesisir di Kecamatan Tidore Utara sempat melakukan evakuasi mandiri di titik kumpul sementara. Adapun lokasi pengungsian untuk Kecamatan Tidore Utara di Kelurahan Fobaharu, Kecamatan Tidore Timur di Areal Puncak Talaga Kelurahan Mafututu, dan Kecamatan Tidore Utara di TPA Kelurahan Rum Balibunga.

“Sementara jumlah warga terdampak masih dalam pendataan begitu juga dengan jumlah warga yang terancam,” kata Fehby.

Untuk kerusakan, di Kecamatan Oba Utara terdapat satu unit rumah warga yang mengalami rusak ringan sementara di Kecamatan Oba Tengah terdapat tiga unit. Untuk Kecamatan Oba, di Desa Telaga Mori dan Kelurahan Payahe terdapat satu unit rumah rusak ringan. Kerusakan ringan juga dialami lima unit rumah di Desa Kosa, sembilan unit rumah di Desa Koli, dan tiga unit rumah di Desa Bale.

Di Kecamatan Tidore Timut utamanya Kelurahan Kalaodi satu unit rumah warga mengalami rusak ringan. Sedangkan di Kecamatan Tidore Utara, Pelabuhan speedboat mengalami rusak ringan.

Fehby mengatakan, untuk sarana vital seperti jalan, jembatan, sarana pendidikan dan kesehatan, serta pasar semua masih dalam proses pendataan.

Dia juga melaporkan, di Kabupaten Halmahera Barat telah terdeteksi terjadi tsunami dengan ketinggian 0,30 meter dan sdi Sidangoli dengan ketinggian 0,35 meter. Adapun masyarakat di beberapa desa pesisir pantai yaitu Desa Tuada, Desa Todowongi Saria di Kecamatan Jailolo dan Desa Tongute Ternate pada Kecamatan Ibu telah melakukan evakuasi mandiri ke wilayah daratan yang lebih tinggi. “Kondisi saat ini warga telah kembali ke rumah masing-masing,” kata dia.

Beberapa desa yang mengalami kerusakan bangunan antara lain: di Kecamatan Loloda tepatnya di Desa Kedi terdapat tiga unit rumah rusak ringan. Di Kecamatan Sahu, Desa Taraudu satu unit rumah rusak ringan. Adapun di Kecamatan Jailolo di Desa Guaeria terdapat satu unit rumah rusak ringan.

“Di Kabupaten Halmahera Tengah juga terdapat beberapa desa di wilayah ini yang mengalami kerusakan bangunan,” kata Fehby. Terdapat tujuh desa yang melingkupi empat kecamatan.

Di Kecamatan Weda tepatnya di Desa Were terdapat satu unit rumah rusak berat, di Desa NurWeda dua unit rumah rusak sedang, dan di Desa Wedana satu unit rumah rusak sedang. Sementara di Kecamatan Weda Tengah terdapat satu unit rumah rusak berat di Desa Woekop.

Gempa juga memberikan dampak di Kecamatan Weda Timur tepatnya di Desa Yeke kepada satu unit rumah yang mengalami rusak sedang. Di Kecamatan Weda Selatan terdapat satu unit rumah rusak sedang di Desa Lembah Asri. “Adapun data terkini masih sedang dilakukan assessment,” kata Fehby yang melaporkan situasi tersebut sekitar Pukul 17.00 WIT.

Kabupaten Halmahera Utara juga saat ini masih melakukan assessment. Diketahui di wilayah ini terdapat desa yamg mengalami kerusakan bangunan yaitu Desa Baringin Agung, Kecamatan Kao Barat. “Masyarakatnya telah melakukan evakuasi mandiri.”

Fehby juga mendapatkan untuk Kabupaten Halmahera Timur masih belum terkonfirmasi terkait dampak akibat gempa. Sementara untuk Kabupaten Halmahera Selatan terdapat beberapa desa yang mengalami kerusakan bangunan.

Kecamatan Gane Barat misalnya, terdapat satu unit rumah rusak sedang di Desa Tokaka. Sementara di Desa Gafi, Kecamatan Kayoa terdapat satu unit sekolah rusak sedang. Di Kecamatan Makian Barat tepatnya di Desa Sebelei terdapat satu unit rumah rusak sedang.

Fehby mengatakan, dari laporan yang dia peroleh masih ada beberapa kabupaten yang belum terkonfirmasi dampaknya akibat gempa tersebut. ”Kabupaten Morotai, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Taliabu masih belum terkonfirmasi,” ujar dia.

Untuk semua situasi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara itu pun meminta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos untuk memberikan arahan tindakan selanjutnya. “Mohon arahan Ibu Gubernur Maluku Utara untuk tindakan selanjutnya,” kata Fehby yang menghimpun informasi di antaranya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD Kab/Kota, Laporan Masyarakat. (*)

  • Related Posts

    5 Poin Kesimpulan Rapat Komisi III DPR dengan Kajari Karo-Amsal Sitepu

    Jakarta – Rapat Komisi III DPR bersama Kajari Karo Danke Rajagukguk hingga Amsal Christy Sitepu menghasilkan beberapa poin kesimpulan. Salah satunya meminta evaluasi terhadap jajaran Kejaksaan Negeri Karo. Kesimpulan dibacakan…

    Legislator PDIP Kritik Mandeknya Penuntasan HAM Berat

    ANGGOTA Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rieke Diah Pitaloka menyoroti sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tidak memperbarui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2023 tentang pembentukan tim pemantau…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *