Presiden Lee Jae Myung: Indonesia Tujuan Pertama Investasi

PRESIDEN Republik Korea Lee Jae Myung menyebut Indonesia sebagai tujuan utama investasi perusahaan-perusahaan Korea Selatan. Menurut Presiden Lee, Indonesia juga merupakan mitra berharga bagi industri pertahanan di Negeri Ginseng itu.

Lee menyatakan hal ini dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Cheong Wa Dae alias Gedung Biru—sebutan untuk Istana Kepresidenan Republik Korea.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Presiden Lee berujar, Indonesia dan Korea Selatan memiliki makna khusus satu sama lain dan saling melengkapi dalam berbagai bidang kerja sama. Lee juga menyoroti keberhasilan kerja sama antara kedua negara, salah satunya dalam pengembangan kendaraan listrik.

“Indonesia merupakan tujuan pertama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga yang telah membantu terwujudnya industri pertahanan Korea. Selain itu, kendaraan listrik pertama Indonesia juga diproduksi bersama perusahaan Korea,” ucap Presiden Lee pada Rabu, 1 April 2026, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden.

Menurut Lee, kunjungan kenegaraan Prabowo ini menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus. Kedua kepala negara terakhir bertemu di Gyeongju, Korea Selatan, di tengah-tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 pada November lalu.

Lee menuturkan, dalam pertemuan terakhir itu, dirinya dan Prabowo berkomitmen meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi.

“Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, menjadi sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah dengan meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, dan Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia,” kata Presiden Lee.

Adapun Lee menyampaikan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah mengambil langkah awal yang kuat dalam berbagai sektor kerja sama dan terus memperluas kemitraan. Dia optimistis kedua negara dapat menciptakan lebih banyak proyek masa depan.

Lee berujar, selama lebih dari 50 tahun sejak hubungan diplomatik terjalin, Indonesia dan Korea Selatan telah menjadi sahabat yang saling percaya.

“Dan mitra yang berharga dalam perjalanan bersama, saling membimbing dan mendukung berdasarkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepercayaan masing-masing. Di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan, Korea dan Indonesia merupakan berkah bagi satu sama lain,” Lee.

Lee pun mengutarakan apresiasinya atas kunjungan Prabowo. Ia berharap hubungan kedua negara semakin erat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menekankan bahwa kunjungan kenegaraan perdananya ke Korea Selatan mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin. Bagi Kepala Negara, lawatannya ke Negeri Ginseng ini penting. “Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Prabowo.

Prabowo menyoroti bahwa hubungan jangka panjang antarnegara tidak terlepas dari ragam dinamika, termasuk potensi perbedaan pandangan. Meski begitu, ia menilai keterbukaan dan kejujuran menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang konstruktif.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, Indonesia dan Republik Korea memiliki kepentingan bersama, khususnya sebagai negara di kawasan Pasifik dan berorientasi perdagangan. “Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” katanya.

Prabowo berpendapat, kemajuan Korea Selatan di bidang industri, sains, dan teknologi dapat bersinergi dengan kekuatan Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah serta pasar yang besar.

  • Related Posts

    Ekuador mengklaim penurunan angka pembunuhan sebesar 28% di tengah kekhawatiran atas kampanye anti-kejahatan

    Ekuador memuji “hasil nyata” dalam perjuangannya melawan kejahatan terorganisir, ketika negara tersebut bergabung dengan Amerika Serikat untuk melakukan serangan militer anti-kartel. Pada hari Rabu, pemerintahan Presiden Daniel Noboa mengumumkan bahwa…

    'Hits close to home': Mahkamah Agung AS menyidangkan kasus kewarganegaraan hak kesulungan

    Washington, DC – Mahkamah Agung Amerika Serikat telah mendengarkan argumen lisan mengenai pemerintahan Presiden AS Donald Trump upaya untuk mengakhiri praktik lama memberikan kewarganegaraan kepada siapa pun yang lahir di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *