PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan Korea Selatan merupakan sahabat dekat Indonesia. Hari ini, Prabowo menemui Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dalam persamuhan bilateral di Cheong Wa Dae alias Gedung Biru—sebutan untuk Istana Kepresidenan Republik Korea.
Dalam pengantarnya, Prabowo menekankan bahwa kunjungan kenegaraan perdananya ke Korea Selatan mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin. Bagi Kepala Negara, lawatannya ke Negeri Ginseng ini penting. “Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo menyoroti bahwa hubungan jangka panjang antarnegara tidak terlepas dari ragam dinamika, termasuk potensi perbedaan pandangan. Meski begitu, ia menilai keterbukaan dan kejujuran menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang konstruktif.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, Indonesia dan Republik Korea memiliki kepentingan bersama, khususnya sebagai negara di kawasan Pasifik dan berorientasi perdagangan. “Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” katanya.
Prabowo berpendapat, kemajuan Korea Selatan di bidang industri, sains, dan teknologi dapat bersinergi dengan kekuatan Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah serta pasar yang besar.
Selain aspek ekonomi, Prabowo juga menyatakan pentingnya kerja sama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian. “Kunjungan kenegaraan saya ke sini berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya. Oleh karena itu, hubungan antarnegara seperti Indonesia dan Republik Korea menjadi semakin penting,” ucap dia.
Ia berharap hubungan kemitraan antara Indonesia dan Republik Korea meningkat menjadi lebih komprehensif. Dia mendorong agar para menteri dari kedua negara segera bekerja untuk merealisasikan peningkatan kerja sama tersebut. “Marilah kita meminta para menteri kita untuk berupaya mewujudkan peran yang lebih tinggi ini,” ujarnya.
Prabowo Subianto tiba di Gedung Biru atau Blue House, Korea, untuk menemui Presiden Lee Jae-myung, pada Rabu pagi waktu setempat. Siaran langsung Sekretariat Presiden menampilkan upacara kenegaraan penyambutan Prabowo.
Presiden Lee terlihat menunggu kedatangan Presiden Prabowo beserta rombongan. Ketika mobil hitam yang membawa Prabowo tiba, Lee langsung menyambutnya. Kedua pemimpin negara tampak berjabat tangan dan berpelukan.
Presiden Prabowo dan Presiden Lee kemudian mengikuti prosesi upacara penyambutan kenegaraan. Dalam upacara itu, lagu kebangsaan kedua negara, yakni Aegukga dan Indonesia Raya, dikumandangkan. Prosesi dilanjutkan dengan inspeksi pasukan dan perkenalan delegasi resmi dari kedua negara.
Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo melaksanakan agenda pengisian buku tamu kenegaraan dan sesi foto bersama Presiden Lee Jae-myung. Pertemuan kemudian berlanjut dalam format tête-à-tête alias persamuhan empat mata, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi masing-masing negara.






