Indonesia Bangun Diplomasi Kuliner Lewat Buku Blue Food for MBG di Korsel

Jakarta

Pemerintah Indonesia memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke pemerintah dan masyarakat Korea Selatan (Korsel) melalui dua buku kumpulan menu MBG berjudul Pangan Biru MBG (Blue Food for MBG) dan Taste of Indonesia.

Penyerahan buku dilakukan oleh Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan kepada Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Korsel Cecep Herawan, saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan di Seoul, Korsel.

“Kehadiran kedua buku ini di KBRI Seoul akan memperkuat diplomasi kuliner dan kultur antara kedua bangsa yang sama-sama menerapkan MBG secara universal, untuk saling mengenal dan melakukan culinary exchange,” ungkap Dirgayuza, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirgayuza menerangkan MBG merupakan program nasional yang sudah berjalan lama di Korsel dengan anggaran setiap tahun sekitar Rp 80 triliun. Bahkan di Negeri Ginseng, MBG tidak sebatas sebagai program pemenuhan nutrisi, tapi bagian dari kultur dan identitas masyarakat.

Chef-chef terbaik dari sekolah-sekolah yang menyediakan MBG, sambungnya, bahkan sering tampil dalam acara-acara TV besar di Korsel dan internasional, seperti Culinary Class Wars.

Hal ini menandakan program tersebut benar-benar berdampak positif bagi masyarakat. Indonesia sendiri menjalankan MBG sejak pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dengan menyasar peserta didik, ibu hamil dan menyusui.

“Terutama buku Pangan Biru MBG yang merupakan kumpulan menu ikan terbaik di MBG Indonesia akan sangat menarik bagi orang Korea yang sama-sama merupakan bangsa maritim seperti Indonesia, dan memenuhi banyak kebutuhan proteinnya dari ikan, terutama ikan darat dan laut,” kata Dirgayuza.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan RI (KKP) Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto menambahkan buku Pangan Biru MBG dirancang sebagai media komunikasi berbasis visual yang mengedepankan foto, grafis, dan narasi untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara berbasis hasil laut dan perikanan.

“Melalui buku ini, kami ingin mendorong perubahan persepsi publik terhadap ikan sebagai bahan pangan yang tidak kalah menarik dibandingkan daging atau ayam, sekaligus menyoroti kandungan gizi dan protein ikan yang dinilai lebih unggul untuk mendukung kecerdasan siswa sekolah,” terang Doni.

Buku Pangan Biru MBG memuat lima komoditas pangan biru utama, yakni cakalang, udang, patin, nila, dan kembung, yang masing-masing disajikan lengkap dengan resep berbasis prinsip murah, mudah, dan lezat, serta tabel kandungan gizi yang disesuaikan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari siswa TK hingga ibu hamil.

Buku setebal 209 halaman itu turut memuat peta persebaran wilayah penghasil ikan di Indonesia, serta narasi tentang program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari agenda Ekonomi Biru KKP.

(akn/ega)

  • Related Posts

    Sahroni: TGPF Tak Perlu Dibentuk di Kasus Andrie Yunus

    WAKIL Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF tidak diperlukan di pengungkapan kasus aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus. Sebab, dia berujar penyidikan…

    Penampakan Duit Palsu Satu Peti Disita Polisi dari Pengedar Upal di Bogor

    Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran uang palsu setengah miliar rupiah lebih di sebuah hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor. Polisi juga menyita…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *