Gus Ipul Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat di OKU Timur dan Sambas

INFO TEMPO – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan mengawal pembangunan Sekolah Rakyat di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Sambas. Hal itu dia sampaikan saat menerima audiensi Bupati OKU Timur, Lanosin dan Bupati Sambas, Satono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu, 1 April 2026. Turut hadir dalam pertemuan ini, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono.

Menurut Gus Ipul, Presiden Prabowo Subianto sangat memuliakan warga yang berada di Desil 1 dan Desil 2. Karena itu, jika pemerintahan daerah tidak menyambut adanya Sekolah Rakyat, maka rugilah daerah itu.

Sementara adanya rencana pembangunan Sekolah Rakyat di OKU Timur merupakan rencana yang bagus. “Saya akan kawal ini,” ujar dia. Gus Ipul mengatakan, program pendidikan gratis gagasan Presiden Prabowo Subianto ini sangat bermanfaat untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Terdapat berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah dalam proses pengusulan pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satunya, yakni lahan yang disiapkan memiliki luas minimal 7 hektare.

Selain itu, status lahan yang diusulkan juga harus clean dan clear, memiliki sertifikat dan bukan tanah sengketa, milik Pemda, tidak rawan bencana, hingga akses jalan yang mudah dijangkau. “Harus dipenuhi dulu syarat-syaratnya,” kata dia.

Gus Ipul mengatakan, nantinya anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat akan mendapatkan fasilitas terbaik. Mulai dari makanan bergizi tiga kali sehari, snack sebanyak dua kali sehari, 8 set seragam, cek kesehatan gratis, hingga laptop. Selama mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, para murid juga bakal tinggal di asrama. “Yang bisa sekolah di situ warga OKU Timur, enggak bisa yang lain,” ujar dia.

Bupati OKU Timur, Lanosin memastikan bakal mendukung pelaksanaan program ini. Pemkab OKU Timu,r telah menyiapkan lahan seluas 9,6 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen di wilayahnya. “Apapun persyaratannya, kita siap melaksanakan Sekolah Rakyat,” ujar dia.

Sementara Bupati Sambas, Satono, mengatakan pemerintah daerahnya telah menunjukkan keseriusan dengan mengajukan proposal penyelenggaraan Sekolah Rakyat. “Pertama menyerahkan proposal langsung kira-kira bulan Mei tahun lalu, dan sertifikat tanah bukan hanya hari ini, sebelumnya sudah ada sertifikat,” kata dia.

Lokasi Sekolah Rakyat, kata dia, direncanakan berada di Jagur, Sambas, dengan luas lahan mencapai 9,33 hektare. Lahan tersebut dinilai siap secara teknis, dengan ketersediaan fasilitas air bersih serta kondisi kontur tanah yang relatif datar.

Gus Ipul pun menyambut baik kesiapan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mengajukan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. “Yang penting masukkan ini di tahap ketiga Oktober 2026,” jelas Gus Ipul.

Dia pun mengingatkan bahwa pelaksanaan program Sekolah Rakyat harus berjalan secara adil dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). “Jadi harus direspon, pemerintah daerah tidak boleh dibiarkan harus dijawab dan jangan sampai ada KKN,” kata Gus Ipul. (*)

  • Related Posts

    HNW Kecam UU Hukuman Mati Israel ke Tawanan Palestina: Ini Pelanggaran HAM

    Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam keras Undang-Undang Hukuman Mati yang telah disetujui oleh mayoritas anggota parlemen Israel, Knesset. Ia menilai aturan…

    Penumpang KA Sancaka Terluka Usai Lompat Saat Kereta Melaju di Stasiun Klaten

    Jakarta – Seorang penumpang melompat dari dalam KA Sancaka yang tengah melaju di Stasiun Klaten, Jawa Tengah. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUP Dr Soeradji…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *