
Durasi Video 02 menit 08 detik
02:08
Harga minyak mentah yang lebih tinggi akibat gangguan di Selat Hormuz telah membantu Rusia memperoleh lebih banyak keuntungan dari ekspor energi.
Salah satu negara yang berharap mendapat keuntungan dari perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran adalah Rusia, produsen minyak terbesar ketiga di dunia. Harga minyak mentah yang lebih tinggi akibat gangguan di Selat Hormuz telah memungkinkan Rusia memperoleh lebih banyak keuntungan dari ekspor minyak dan gasnya. Pengabaian sanksi yang diumumkan oleh AS juga membantu Moskow.
Namun rencana anggaran yang direvisi berada dalam risiko setelah serangan Ukraina berulang kali terhadap pelabuhan dan kilang minyaknya. Rusia telah melarang ekspor bensin untuk melindungi kekurangan bahan bakar dalam negeri. Jadi, bisakah Rusia membantu mengisi energi global, atau apakah kapasitasnya sudah terancam?






