Prajurit TNI Praka Farizal Romadhon, yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), gugur akibat serangan Israel di Lebanon. Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta meyakini pemerintah Indonesia akan mengambil langkah terukur.
“Kami percaya negara akan mengambil langkah yang tepat dan terukur, mendorong proses investigasi yang transparan, serta memastikan bahwa kejadian ini ditindaklanjuti melalui mekanisme internasional yang berlaku. Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, sekaligus menjaga kehormatan dan martabatnya. Dalam situasi seperti ini, ketegasan harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan,” ujar Sukamta kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Wakil Ketua Fraksi PKS ini menambahkan pengabdian TNI dalam misi perdamaian PBB ini adalah wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dan stabilitas global. Tentu, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian bukan tanpa risiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, baginya, setiap bentuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari misi perdamaian dunia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” pungkasnya.
Satu prajurit TNI gugur dalam penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Korban berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda (IM), Aceh.
“Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, Senin (30/3/2026).
Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon, yang menjabat Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Dia meninggalkan seorang istri dan anak yang berusia 2 tahun.
Serangan akibat eskalasi antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah itu terjadi pada Minggu (29/3) di markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Serangan itu juga menyebabkan 3 anggota TNI lain terluka.
“Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
(isa/idn)





