Perjalanan Kota Bontang Wujudkan City Gas di Indonesia

INFO TEMPO – Kota Bontang yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu kota dengan penghasil gas alam terbesar di Indonesia. Kekayaan alam di sudut Pulau Borneo ini tentu menjadi potensi besar yang tak boleh diabaikan, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Karena itu, pembangunan jaringan gas atau jargas di Kota Bontang telah dimulai sejak 2011 lalu, yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Waktu itu mimpinya adalah menjadikan Bontang sebagai City Gas di Indonesia, karena kita punya Liquefied Natural Gas (LNG)” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat melakukan audiensi bersama jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, pada Selasa, 31 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saat itu, Pemerintah Kota Bontang berhasil membangun 3.504 sambungan jargas, yang kemudian bertambah 1.381 pada 2014. Pada 2017, kembali ditambah 800 sambungan, dan hingga 2018 meningkat signifikan dengan tambahan 5.005 jargas, sehingga totalnya mencapai 18.436 sambungan.

Perkembangan jargas di Kota Bontang terus berlanjut. Pada September lalu, Wali Kota Neni menandatangani MoU dengan Ditjen Migas bersama 15 daerah terkait penyediaan dan distribusi gas bumi. Melalui kesepakatan ini, Bontang mendapat alokasi 10.553 sambungan rumah (SR) di 14 kelurahan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat audiensi bersama Direktur Teknik dan Iingkungan Migas Noor Arifin Muhammaddi Kantor Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa, 31 Maret 2026. TEMPO/Abdul Karim

“Alhamdulillah pipa induk sudah terpasang di hampir semua kelurahan. Dari total 15 kelurahan, saat ini 14 sudah terpasang,” ujarnya. “Tinggal satu yaitu di Kelurahan Bontang Lestari yang merupakan buffer zone LNG. Waktu itu belum terjangkau karena jaraknya jauh dan keterbatasan anggaran.”

sehingga, ia menjelaskan, saat ini masih terdapat kekurangan sekitar 4.034 sambungan jargas untuk memenuhi lebih kurang 900 KK di Kelurahan Bontang Lestari. “Khusus di Bontang Lestari tinggal sekitar 900-an. Kalau ini bisa terpasang semua, insyaallah Bontang bisa menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang full menggunakan jargas,” katanya.

Neni mengatakan, hingga saat ini belum ada kota di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan jargas. Menurutnya, ini menjadi momentum yang baik karena Bontang hanya membutuhkan sekitar 4.000 sambungan lagi. “Jika ini terwujud, tentu menjadi kebanggaan Indonesia, khususnya kami di Bontang apabila dapat mendeklarasikan diri sebagai City Gas,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung pengembangan jargas dengan menyediakan kemudahan tata ruang dan perizinan, memberikan insentif fiskal sesuai regulasi, serta menjamin dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD dan masyarakat.

“Kami juga siap berkolaborasi dengan Ditjen Migas, SKK Migas, dan BUMD. Harapan kami, dengan pertemuan ini, program jargas di Kota Bontang bisa terus berlanjut.” (*)

  • Related Posts

    Warga Palestina di Tepi Barat yang dijajah memprotes undang-undang hukuman mati Israel

    Warga Palestina di Tepi Barat yang dijajah memprotes undang-undang hukuman mati Israel Umpan Berita Lusinan aktivisme dan keluarga tahanan Palestina melakukan protes di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki setelah…

    Serangan Israel menghantam gedung di pinggiran selatan Beirut

    Umpan Berita Sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut terkena serangan Israel, di tengah invasi Israel di negara bagian selatan itu. Militer Israel mengatakan mereka menargetkan infrastruktur Hizbullah, karena serangannya telah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *