KETUA Umum Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Eduart Wolo mengatakan panitia kemungkinan menambah sesi penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK- SNBT) 2026 di kota atau wilayah UTBK. Penambahan sesi dilakukan ketika wilayah penyelenggaraan UTBK sudah penuh dengan pendaftar.
“Kami bisa saja menambah sesi di kota yang banyak peminatnya,” kata Eduart dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Eduart mengatakan peserta ujian tahun ini tidak bisa memilih kampus penyelenggara UTBK. Namun, peserta dapat memilih kota atau wilayah tempat ujian. Nantinya, panitia yang akan menentukan lokasi penyelenggara UTBK bagi pendaftar.
Ia mencontohkan, peserta asal Gorontalo tetap bisa tes di kampus yang ada di Gorontalo. Namun, tidak bisa memilih kampus penyelenggara UTBK.
Panitia akan menyampaikan lokasi UTBK sepuluh hari sebelum pelaksanaan ujian tertulis dilakukan. Menurut Eduart, perubahan mekanisme lokasi ujian tertulis untuk mengantisipasi kecurangan seperti tes penerimaan mahasiswa baru tahun sebelumnya. Temuan panitia saat itu, banyak anomali modus kecurangan dari proses pendaftaran hingga pelaksanaan. “Ada juga joki tes,” kata Eduart.
Eduart mengklaim panitia seleksi tidak berupaya menghambat hak peserta untuk bisa kuliah. “Kami justru membuat sistem yang adil,” kata dia.
Pendaftaran UTBK-SNBT 2026 resmi dibuka pada 25 Maret 2026 dan akan berakhir pada 7 April 2026. Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi SNPMB.
Sebelum mendaftar, peserta diwajibkan memiliki akun SNPMB yang permanen, lalu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu per orang. Pendaftar dapat memilih hingga 4 program studi. Adapun ujian tertulis akan dilaksanakan pada 21-30 April 2026.
Sebelumnya panitia seleksi menyiapkan sejumlah solusi bagi calon peserta UTBK-SNBT 2026 yang mendapati pilihan kota atau wilayah ujian terlihat penuh saat pendaftaran. Tim panitia SNPMB Rizky Yanuar mengatakan kondisi tersebut belum tentu menandakan kuota di lokasi tersebut telah habis. Sehingga peserta diminta tidak terburu-buru mengganti pilihan lokasi ujian.
Sebagai langkah awal, peserta disarankan memastikan informasi ketersediaan kursi melalui kanal resmi SNPMB serta menghubungi pusat layanan pendaftaran.
“Silakan hubungi pusat layanan SNPMB untuk memastikan apakah kuota memang sudah penuh, belum dibuka, atau masih akan ditambah kapasitasnya,” ujar Rizky dalam sosialisasi pendaftaran UTBK-SNBT 2026 secara daring, yang dikutip dari YouTube resmi SNPMB, pada Senin, 30 Maret 2026.
Selain itu, kata dia, peserta masih memiliki kesempatan mengubah pilihan kota ujian maupun program studi selama belum membayar biaya UTBK. Mekanismenya, peserta dapat menunggu masa berlaku slip pembayaran kedaluwarsa dalam waktu 2 X 24 jam. “Selama belum dibayar, pilihan masih bisa diubah. Tapi, jika sudah dibayar, tidak dapat diubah lagi,” kata Rizky.
Sistem pendaftaran UTBK pada awal periode masih bersifat dinamis, sehingga ketersediaan kursi di suatu wilayah dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini menjadi peluang bagi peserta untuk tetap mempertahankan pilihan lokasi tanpa harus segera berpindah.
Meski demikian, kata Rizky, fleksibilitas tersebut umumnya hanya berlaku bagi peserta yang mendaftar pada awal periode. Peserta yang mendaftar mendekati penutupan pendaftaran memiliki waktu yang lebih terbatas untuk menunggu kedaluwarsa slip pembayaran.
Panitia juga memastikan penempatan lokasi ujian tetap berada dalam wilayah yang dipilih peserta. Peserta tidak akan ditempatkan jauh dari kota yang telah dipilih.






