Di Haul Sultan Maulana Hasanuddin, Wamensos Ajak Warga Tak Lupakan Sejarah

Jakarta

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menghadiri Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin ke-465 M/470 H di Alun-Alun Masjid Agung Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Ribuan masyarakat berkumpul dalam rangkaian kegiatan yang diisi dengan istigasah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, festival budaya, hingga tabligh akbar yang menghadirkan para ulama dan tokoh masyarakat.

Adapun kegiatan ini mengusung tema ‘Mengharap Berkah Menjemput Karomah, Menjunjung Tinggi Marwah.’ Dalam sambutannya, Senin (30/3), Agus Jabo mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah sebagai pijakan dalam membangun masa depan bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bapak Presiden selalu menyampaikan, ‘jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sultan Maulana Hasanuddin adalah sejarah yang harus kita jaga dan kita ambil hikmahnya,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Ia menegaskan nilai-nilai yang diwariskan Sultan Maulana Hasanuddin tidak hanya relevan pada masanya, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Menurutnya, kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin mencerminkan tiga pilar utama yang menjadi dasar peradaban, yakni kekuatan politik, spiritualitas keagamaan, serta kemandirian ekonomi.

“Tiga pilar itu saat ini tersimbol pada istana sebagai pusat pemerintahan, masjid sebagai pusat spiritualitas, dan pasar sebagai pusat perekonomian. Inilah konsep kehidupan berbangsa yang sudah diwariskan sejak dulu,” jelasnya.

Selain itu, Agus Jabo menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa timur memiliki karakter yang tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual dan agama. Hal tersebut tercermin dalam konsep Negara Kertagama, di mana kemakmuran dan kejayaan bangsa berakar pada keluhuran nilai-nilai kehidupan.

“Dalam momentum haul ini, mari kita bangkitkan kembali kearifan-kearifan lokal dan keluhuran para leluhur kita agar bangsa ini memiliki jati diri yang kuat,” katanya.

Ia juga menyebut peringatan haul bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan masyarakat.

“Malam ini adalah malam manunggal, menyatunya masyarakat dengan para pemimpinnya, dengan para ulama. Inilah basis dari persatuan kita yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Jabo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai kunci mewujudkan cita-cita bangsa.

“Dengan persatuan nasional dan semangat gotong royong, kita mampu mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” tegasnya.

Agus Jabo juga mendukung agar Haul Sultan Maulana Hasanuddin dapat diteruskan sebagai bagian dari agenda strategis daerah, bahkan berpotensi menjadi Kalender Event Nasional (KEN).

Sebagai informasi, acara turut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Wali Kota Serang Budi Rustandi, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, para ulama Banten dan kepala OPD se-Provinsi Banten.

(prf/ega)

  • Related Posts

    Polda Metro Sudah Limpahkan Kasus Penyerangan Andrie Yunus ke Puspom TNI

    Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Polisi menyatakan perkara tersebut kini telah dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer…

    Pemerintah Kebut Pemetaan Lahan Sawah Dilindungi di 17 Provinsi

    Jakarta – Pemerintah berencana mempercepat pengendalian alih fungsi lahan sawah melalui penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di berbagai wilayah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyusunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *