Konflik di Timur Tengah telah memutus 20 persen pasokan bahan bakar dunia. Negara-negara berebut mencari alternatif.
Gangguan di Selat Hormuz telah memutus akses terhadap seperlima pasokan minyak dan gas dunia, menyebabkan banyak negara berjuang mencari alternatif lain.
Lalu apa yang bisa mereka andalkan untuk menutupi kekurangan tersebut dalam waktu cepat?
Banyak negara Asia beralih ke batu bara, membuka kembali pabrik-pabrik yang tutup dan memperluas produksi.
Para pembuat kebijakan mengatakan kebutuhan energi yang mendesak akan menggantikan permasalahan lingkungan.
Negara lain berharap untuk beralih ke energi terbarukan. Tenaga surya kini menjadi bentuk listrik termurah di banyak belahan dunia. Namun energi terbarukan, terutama tenaga angin, mendapat persetujuan dari pemerintah Trump.






