Resbob Ingin Kuliah di Bandung dan Dididik Adat Sunda Usai Kasusnya Selesai

Bandung

YouTuber Resbob atau Adimas Firdaus Putra Nasihan mengaku ingin kuliah di Bandung setelah kasus penghinaan terhadap Suku Sunda selesai. Dia ingin dididik adat Sunda.

Pernyataan itu dilontarkan Resbob setelah menjalani persidangan di PN Bandung, Senin (30/3/2026). Resbob mengatakan selain telah di drop out (DO) di Surabaya, dia juga ingin mendapat pendidikan adat yang lebih dekat dengan Suku Sunda.

“Saya sudah pasti ingin kuliah lagi, karena saya udah di-DO dari Universitas Wijayakusuma Surabaya. Saya berniat untuk masuk kuliah di Universitas Pasundan, san saya ingin dididik dengan adat Sunda. Itu bagian dari keinginan saya setelah semua selesai,” kata Resbob, seperti dilansir detikJabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di momen itu, Resbob juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan. Dia berharap permohonan maafnya bisa diterima, sekaligus meringankan hukumannya nanti.

“Semoga berjalan sesuai apa yang diharapkan. Kepada Pak Gubernur, Pak Dedi, kepada Pak Wagub juga, Pak Erwan, saya mohon permohonan maaf saya ini bisa diterima,” ucapnya.

“Bisa diberi keringanan, karena saya telah melakukan proses hukum ini dengan baik dan menjalani hukuman juga. Sehingga kalau ada orang salah, jangan dibenarkan. Tapi ketika ada yang mau belajar dari kesalahannya, maka harus dimaafkan,” pungkasnya.

Baca selengkapnya di sini

(idh/dhn)

  • Related Posts

    Waka MPR Sebut Pemanfaatan AI Penting Jawab Tantangan Teknologi Pendidikan

    Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menyebut penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) merupakan langkah penting. Hal itu untuk menjawab tantangan…

    Anies Baswedan: Israel Abaikan Hukum Internasional

    MANTAN Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon. Ia mengatakan rezim Israel di bawah Benjamin Netanyahu mengabaikan hukum internasional dan keselamatan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *