PRAJURIT TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, Praka Farizal Romadhon alias Praka Rizal, dilaporkan gugur akibat serangan artileri Israel Defense Forces (IDF) pada Minggu, 29 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Korban sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga beberapa jam sebelum insiden maut tersebut. Ayah kandung korban, Senam, menyatakan sempat berkomunikasi dengan putranya itu melalui sambungan telepon pada Minggu petang. Dalam percakapan singkat tersebut, tidak ada pesan yang disampaikan oleh almarhum.
“Minggu sore sekitar habis Magrib masih sempat komunikasi. Tapi (Praka Rizal) cuma bilang, ‘Pak, sinyalmu elek po Pak?’ (Pak, sinyalmu jelek ya?). Setelah itu sudah tidak ada kabar lagi,” ujar Senam saat ditemui di rumah duka, Dusun Ledok, Sidorejo, Kulon Progo, Senin, 30 Maret 2026.
Hingga Senin siang, pihak keluarga mengaku belum menerima informasi resmi secara mendetail dari Mabes TNI mengenai kronologi gugurnya Praka Farizal maupun jadwal kepulangan jenazah.
Ketidakpastian informasi juga dialami oleh istri korban, Azila, yang saat ini berada di Aceh. “Tadi telepon ke Aceh (istri korban), di sana juga belum dapat kabar pasti kapan sampai sini,” kata Senam.
Praka Farizal dikenal sebagai sosok yang santun dan aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Ia meninggalkan seorang istri dan satu orang anak yang masih berusia tiga tahun.
Perihal rencana pemakaman, pihak keluarga telah memutuskan untuk memakamkan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nambangan, Kulon Progo. “Kalau bisa (dimakamkan) di sini saja dekat rumah, biar dekat kalau mau nengok, ziarah,” kata dia.
Keluarga memilih lokasi tersebut agar lebih dekat dengan rumah dibandingkan dimakamkan di tempat lain seperti Taman Makam Pahlawan.
Pantauan Tempo, di lokasi menunjukkan rumah duka telah dipasangi tenda dan deretan kursi untuk menyambut pelayat. Meski demikian, pihak keluarga masih terus menunggu kepastian waktu tiba jenazah mengingat kendala transportasi udara dari wilayah konflik.
Selain Praka Rizal, tiga prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka akibat serangan itu dan kini mendapatkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit.






