Kuba tidak sendirian, kata wakil Menlu ketika ancaman AS semakin meningkat

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba mengatakan negara kepulauan itu akan menolak tekanan AS seiring dengan semakin ketatnya sanksi, pemadaman listrik terus berlanjut, dan ketegangan meningkat.

Kuba menghadapi pemadaman listrik yang meluas karena sanksi Amerika Serikat yang membatasi pasokan bahan bakar, sehingga melemahkan sistem energi dan perekonomian negara tersebut.

Dalam episode Talk to Al Jazeera kali ini, Wakil Menteri Luar Negeri Josefina Vidal Ferreiro membela posisi Kuba, menolak tekanan AS, dan peringatan terhadap konsekuensi kemanusiaan yang semakin besar. Dia juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa Kuba dapat menjadi target berikutnya setelah Iran.

Ketika ketegangan meningkat, Vidal menyatakan bahwa Kuba akan menolak sambil melakukan dialog, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana konfrontasi ini bisa terjadi.

  • Related Posts

    Juru bicara IRGC mengatakan Trump 'hanya memahami bahasa kekerasan'

    Umpan Berita Juru bicara IRGC Ebrahim Zolfaghari menampik ancaman operasi darat AS. Dia mengatakan presiden AS ‘hanya memahami kekuatan’ ketika Pentagon menyiapkan rencana yang dapat melibatkan ribuan tentara di Iran,…

    Geger Mayat Pria Ditemukan di Pasar Malioboro Jambi, Ada Bekas Luka Sajam

    Jambi – Mayat seorang pria ditemukan di kawasan Pasar Malioboro, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Warga menemukan adanya bekas luka diduga dari benda tajam di tubuh korban. Tukang parkir di lokasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *