CENTER of Economic and Law Studies atau Celios mengkritik Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal anggaran pasar murah yang diselenggarakan pemerintah pusat di Monumen Nasional atau Monas pada akhir pekan lalu. Teddy hanya menjawab, “pokoknya ada” saat ditanya mengenai anggaran acara tersebut.
Menurut Direktur Keadilan Fiskal Celios Media Askar Wahyudi, Teddy sebagai pejabat pemerintah seharusnya tak menyepelekan pertanyaan soal anggaran. “Itu berarti enggak jelas berapa anggarannya, posnya dari mana, siapa pelaksananya, coverage-nya berapa,” kata Media saat dihubungi pada Senin, 30 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Media berujar anggaran pasar murah wajib dipertanggungjawabkan oleh pemerintah. Masyarakat, kata dia, punya hak untuk tahu dari mana pemerintah mendapatkan dan mengelola dana, baik itu APBN, APBD, maupun sponsor BUMN maupun swasta.
Tanpa transparansi tersebut, kata Media, anggaran pemerintah rentan disalahgunakan. “Publik tidak bisa mengecek apakah ada mark up harga, biaya logistik fiktif atau pengadaan yang enggak wajar,” kata dia.
Media juga menyoroti Teddy yang dia nilai berkomentar di luar tugasnya. Menurut Media, Teddy bisa jadi tidak memiliki kompetensi untuk berkomentar soal teknis anggaran acara pasar murah yang bukan pekerjaan seorang sekretaris kabinet. “Sangat mungkin Teddy memang tidak paham sama sekali,” tuturnya.
Pemerintah pusat sebelumnya menggelar pasar murah di Monas mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB pada Sabtu 28 Maret 2026. Pasar ini merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Istana Kepresidenan menyiapkan 100.000 kupon belanja barang dan sembako gratis senilai Rp 500.000. Lalu, ada pula 300.000 porsi makanan gratis yang disediakan 800 pedagang UMKM kaki lima.
Menurut Teddy, bazar untuk rakyat ini melibatkan para pedagang Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, dan berbagai pasar lainnya di Jakarta. Selain itu, kegiatan ini menyiapkan bermacam hadiah melalui sistem undian atau door prize. Hadiah yang disediakan meliputi 1.000 unit sepeda dan 100 unit motor listrik.
Teddy menyebut acara ini juga menyediakan panggung hiburan yang akan diisi penampilan grup musik Wali dan Bagindas. Kemudian, ada juga ragam permainan untuk anak-anak.
Ihwal anggaran untuk perhelatan pasar murah, Teddy Indra Wijaya dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman tidak menjawab secara gamblang.
Dalam jumpa pers di kawasan Monas, Jakarta, pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, Maman mulanya dikonfirmasi apakah sumber pembiayaan acara itu diambil dari pos anggaran Kementerian UMKM. “Enggak, enggak. Ini pos anggarannya di…” ucap Maman sambil bergestur ke arah Teddy.
Namun, belum selesai Maman berbicara, Teddy menimpali. “Pokoknya ada, oke,” kata Teddy.
Pilihan Editor: Mengapa Pemerintah Sibuk Mengklarifikasi Penanganan Bencana






