Jakarta –
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang menerima kunjungan Timbalan (Wakil) Menteri Digital Sarawak Datuk Wilson Uga Anak Kumbong. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi Indonesia-Malaysia, khususnya dalam peningkatan layanan lintas batas dan konektivitas kawasan perbatasan.
Dalam kunjungan tersebut, Wilson menilai PLBN memiliki peran strategis sebagai pendorong aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya, sekaligus simpul penguatan hubungan masyarakat lintas negara.
“Untuk pembangunan ICQS (Immigration, Customs, Quarantine, Security) atau PLBN di wilayah Sarawak merupakan kewenangan pemerintah pusat Malaysia. Namun, kami akan menyatukan permohonan ini dan membawanya ke pihak berkuasa di kerajaan pusat agar pembangunan di Sarawak dapat direalisasikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku terkesan dengan kemajuan infrastruktur PLBN di Indonesia dan menyebutnya sebagai rujukan penting bagi pengembangan fasilitas serupa di Sarawak.
“Saya kagum dengan pembangunan PLBN di Indonesia. Ini akan saya laporkan kepada kerajaan Malaysia sebagai rujukan,” katanya.
Wilson juga menyampaikan rencana pengembangan fasilitas penunjang di sisi Sarawak, seperti bangunan layanan, share station, dan minimarket untuk mendorong aktivitas perdagangan lintas batas.
“Agar kedua negara mudah berhubungan, masyarakat bisa saling berkunjung, dari Kapit ke sini dan sebaliknya. Interaksi ini akan menjadi daya tarik wisatawan dan mengangkat sosial ekonomi kawasan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perdagangan lintas batas yang melibatkan masyarakat lokal diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat dampak sosial ekonomi regional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala menegaskan, pembangunan pos lintas batas menjadi instrumen penting dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menilai komitmen Pemerintah Indonesia dalam membangun PLBN memberikan harapan besar bagi masyarakat perbatasan yang memiliki ikatan kekerabatan dan budaya serumpun.
“Harapannya, percepatan pembangunan PLBN di Sarawak dapat terwujud. Jika itu terjadi, saya yakin akan memicu percepatan pembangunan ekonomi di wilayah kami,” jelas Ingkong Ala.
Senada, dalam kunjungan yang dilaksanakan pada Rabu (25/3) lalu ini, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Utara, Bustan, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan di wilayah perbatasan diharapkan mampu memperkuat hubungan antarnegara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur, termasuk akses jalan yang menghubungkan Long Nawang ke Malinau hingga ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Pemerintah pusat dan daerah, Insya Allah, juga terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur yang menghubungkan Long Nawang dengan Kabupaten Malinau serta Kalimantan Timur, agar aksesibilitas tidak hanya menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Utara, tetapi juga terhubung hingga ke Ibu Kota Nusantara yang berjarak sekitar 700 kilometer,” terangnya.
Melalui sinergi lintas pemerintah dan percepatan pembangunan di kedua sisi perbatasan, PLBN Long Nawang yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI diharapkan mampu mendorong konektivitas, memperkuat interaksi lintas negara, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
(prf/ega)





