Geger Pria di Mimika Papua Tewas dengan 19 Anak Panah, Pelaku Diburu

Jakarta

Pria berinisial BN (23) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ditemukan tewas dengan 19 anak panah tertancap di tubuhnya. Pelaku pembunuhan diduga lebih dari satu orang.

“Korban mengalami luka serius berupa sejumlah luka akibat anak panah tertancap di tubuh. Sebanyak kurang lebih 19 anak panah serta luka akibat senjata tajam di bagian leher dan punggung,” kata Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona dilansir detikSulsel, Minggu (29/3/2026).

Korban ditemukan di Jalan Freeport Lama tepatnya di sekitar pangkalan ojek tembus menuju Kampung Damai, Mimika pada Minggu (29/3) sekitar pukul 01.05 WIT. Aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Personel Polsek Kwamki Narama menerima informasi dari warga mengenai adanya seorang korban dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket bersama anggota Brimob segera menuju TKP,” bebernya.

Personel gabungan langsung melakukan pengamanan TKP, berkoordinasi dengan Unit Identifikasi (Inafis) Polres Mimika untuk pelaksanaan olah TKP. Selain itu, polisi meminta bantuan tambahan personel guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Dari informasi sementara di lapangan, diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Namun demikian, identitas dan motif kejadian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(rdp/idh)

  • Related Posts

    Puluhan orang ditahan di Tel Aviv ketika protes anti-perang berubah menjadi kekerasan

    Umpan Berita Polisi di Tel Aviv membubarkan ratusan pengunjuk rasa pada hari Sabtu yang menentang operasi Israel dengan AS melawan Iran, yang sekarang memasuki bulan kedua. Sejauh ini, hingga 18…

    Pentagon bersiap selama berminggu-minggu untuk operasi darat AS di Iran: Laporan

    Rencana tersebut, yang tidak bisa mencapai invasi penuh, mungkin melibatkan serangan oleh operasi khusus dan pasukan infanteri konvensional, The Washington Post melaporkan. Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat terbatas selama berminggu-minggu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *