Daya Tampung UTBK SNBT Unpad 2026 Berubah

DAYA tampung Universitas Padjadjaran (Unpad) bagi mahasiswa baru S1 lewat jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau UTBK SNBT 2026 mengalami perubahan dibandingkan 2025. Kuota per program studi ada yang ditambah, ada juga yang sebaliknya.

“Secara umum (kuota) kami tidak boleh naik,” kata Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyda Hinduan kepada Tempo, Sabtu 28 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pendaftaran UTBK SNBT tengah berlangsung sejak 25 Maret hingga 7 April 2026. Menurut Zahrotur, daya tampung mahasiswa baru Unpad ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, dari hasil usulan kuota yang disampaikan Unpad pada Januari 2026. Hasilnya, total daya tampung pada 2026 tidak lebih dari 2025.

Sesuai ketetapan pemerintah, kuota untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) minimal 20 persen dan jalur mandiri pada perguruan tinggi berbadan hukum atau PTNBH maksimal 50 persen. “Kuota tidak dikurangi tapi tidak boleh naik,” ujar Zahrotur.

Sementara Unpad pada tahun ini menambah satu program studi baru, yaitu rekayasa kosmetik. Menurut dia, pembatasan kuota S1 itu terkait dengan kebijakan pemerintah agar kampus PTNBH menggenjot pendidikan pascasarjana. 

Dari laman seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru, kuota yang ditambah Unpad untuk jalur UTBK SNBT di antaranya Pendidikan Dokter menjadi 100 dari 99 orang pada 2025. Program studi Matematika kini berdaya tampung 45 orang dari sebelumnya 33 mahasiswa. Selain itu, jumlah kursi yang ditambah adalah Kimia (40), Fisika (45), Biologi (53), Agroteknologi (134), Pendidikan Dokter Gigi (46).

Kemudian daya tampung Ilmu Peternakan bertambah menjadi 161 dari 123 mahasiswa pada 2025, Perikanan (92), Ilmu Keperawatan (82), Ilmu Kelautan (58), Teknik Pertanian (48), Psikologi (71). Kuota program studi lain yang ditambah Unpad untuk jalur SNBT 2026 adalah Teknologi Industri (28), Teknik Elektro (42), Ilmu Aktuaria (19), Ilmu Ekonomi (41).

Tambahan kuota juga diberikan Unpad ke program studi Ilmu Hubungan Internasional (42), Ilmu Kesejahteraan Sosial (23), Ilmu Pemerintahan (29), Ilmu Administrasi Bisnis (45), Ilmu Sejarah (50), Sastra Prancis (30), Sastra Rusia (27), Sastra Jerman (25), Sastra Arab (50). Ada pun daya tampung Ilmu Komunikasi menjadi 46 orang, Perpustakaan dan Sains Informasi (41), Sosiologi (19), Hubungan Masyarakat (40), Ekonomi Islam (50), Manajemen Komunikasi (47), Jurnalistik (47), Televisi dan Film (47), Bisnis Digital (37).

Sedangkan program studi yang daya tampungnya pada 2026 dikurangi dari kuota 2025 di antaranya adalah Statistika menjadi 46 dari sebelumnya 52 orang. Kemudian Agribisnis (58), Teknologi Pangan (58), Farmasi (75), Teknik Geologi (76), Geofisika (22). Kuota program studi Teknik Informatika yang tergolong favorit juga dikurangi menjadi 35 dari sebelumnya 44 orang pada 2025 dengan 2.487 pendaftar.

Selain itu, daya tampung Kedokteran Hewan ikut dikurangi menjadi 18 orang. Begitu pula pilihan favorit peminat yaitu Ilmu Hukum, kuotanya menjadi 132 dari sebelumnya 147 orang dengan jumlah peminat 4.054 pendaftar pada 2025. Akuntansi menjadi 48 orang, Manajemen (50), Administrasi Publik (40), Antropologi (18), Sastra Indonesia (37), Sastra Sunda (30), Sastra Inggris (42), Imu Politik (23).

  • Related Posts

    Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang terhadap Iran semakin intensif

    Pemberontak Houthi di Yaman telah mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap Israel – serangan rudal pertama mereka sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai. Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara…

    31 Ribu Kendaraan Melintas Naik dan Turun di Puncak Bogor Siang Ini

    Kabupaten Bogor – Sebanyak 31 ribu kendaraan melintas di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang naik dan turun. KBO Satlantas Polres Bogor Iptu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *