DPR Berhemat: Penggunaan Listrik dan Jamuan Rapat Dikurangi

DEWAN Perwakilan Rakyat mulai berhemat di tengah rencana efisiensi guna menghadapi potensi krisis akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar berujar, sejak pekan lalu parlemen sudah membahas sejumlah aspek penghematan dan pola kerja ke depannya.

Menurut dia, penghematan di lingkungan parlemen bakal menyasar sejumlah pos anggaran, mulai dari penggunaan listrik, operasional kendaraan, hingga perjalanan dinas aparatur sipil negara. “Untuk di awal ini anggaran listrik operasional gedung dan kendaraan akan ditekan,” kata Indra ketika dihubungi pada Jumat, 27 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Untuk mengurangi penggunaan listrik, DPR akan mematikan lampu maupun pendingin atau AC di ruang rapat lebih cepat, pada hari-hari tanpa agenda persidangan. DPR mulanya berencana mematikan lampu maksimal pukul 20.00 WIB. Namun belakangan, Setjen DPR telah mengoreksi kebijakan itu. “Ini akan dipersingkat lagi, menjadi pukul 18.00 WIB,” kata Indra.

Tak hanya itu, Setjen DPR mengurangi perjalanan dinas ASN di lingkungan parlemen. Indra mengatakan perjalanan dinas akan dibatasi hanya untuk hal-hal yang sangat mendesak.

Indra berkata, DPR juga akan menekan konsumsi bahan bakar minyak atau BBM pada penggunaan kendaraan. Dia mengatakan skema penghematan operasional kendaraan ini sedang disiapkan.

Lebih lanjut, ujar Indra, DPR juga kini sedang mengevaluasi pengurangan jamuan pada rapat-rapat. “Untuk rapat, snack dan makan siang dikurangi, dan ditiadakan jika hanya rapat singkat,” ujarnya.

Dalam sidang kabinet paripurna dua pekan lalu, Presiden Prabowo Subianto mengutarakan keinginannya berhemat untuk menghadapi potensi krisis akibat perang di Asia Barat. Ia pun memberi contoh negara lain yang sudah berhemat. Salah satunya Pakistan, yang disebut berhemat karena menganggap krisis global ini setara pandemi Covid-19.

“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Pakistan, kata Prabowo, juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home untuk pegawai negeri dan swasta. Demi penghematan, Prabowo berujar, negara Asia Selatan itu turut mengurangi hari kerja.

Selain itu, Prabowo menyinggung Pakistan yang mewajibkan instansi pemerintah mengurangi penggunaan kendaraan dinas hingga 60 persen. Prabowo berujar negara lain turut menghentikan kunjungan luar negeri demi penghematan.

“Mereka kurangi tidak boleh gunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya. Kemudian, semua lembaga pendidikan tinggi mereka pindah ke online, semua sekolah berhenti untuk dua minggu,” tutur Prabowo.

Berbagai kebijakan itu, menurut Prabowo, dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak yang harga dan pasokannya bergejolak akibat perang di antara AS-Israel dan Iran. Ketua Umum Partai Gerindra ini pun berharap Indonesia juga bisa melakukan langkah berhemat.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Mensos Gus Ipul Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat Baru di STIP Jakarta

    Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara. Lokasi ini direncanakan menjadi tambahan Sekolah Rakyat…

    Sidang Putusan Nurhadi Terkait Kasus Gratifikasi dan TPPU Digelar 1 April

    Jakarta – Kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi akan memasuki babak akhir. Sidang putusan Nurhadi akan digelar pekan depan.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *