Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan setiap pembicaraan dengan Iran harus bertujuan untuk mengakhiri perang, bukan sebagai “keuntungan taktis” atau jeda sementara. Dia menegaskan kembali hak Iran untuk mempertahankan keamanannya sambil mendesak agar Iran menahan diri untuk menghindari dampak regional yang lebih luas. Komentarnya muncul ketika AS memperingatkan Iran untuk menerima kekalahan atau menghadapi “pukulan lebih keras”.
Diterbitkan Pada 26 Maret 2026






