KEPALA Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jane Rosalina membeberkan kondisi medis terkini Andrie Yunus setelah dua minggu dirawat intensif di rumah sakit akibat disiram air keras. Jane mengatakan rekannya itu telah menjalani operasi mata dan bedah kulit.
“Pada Rabu, 25 Maret pukul 10, Andrie Yunus telah menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan beda plastik di kamar operasi Kencana selama lebih dari 4 jam,” kata Jane ketika dihubungi pada Kamis, 26 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
KontraS telah mendapat laporan hasil operasi dari Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo ihwal kondisi medis Andrie. Jane mengatakan dalam operasi itu tim spesialis mata memindahkan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka.
Tim spesialis, kata dia, juga melakukan penempelan membran amnion serta memasang kembali lensa pelindung mata. “Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal,” ujarnya.
Jane berujar, tim spesialis menemukan adanya penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan Andrie. Hal ini terjadi lantaran proses inflamasi yang masih berlangsung.
Dokter, ujar dia, memutuskan melakukan penempelan membran amnion tambahan sekaligus penjahitan sementara kelompok mata kanan Andrie Yunus. “Guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan,” katanya.
Selain itu, dari sisi bedah plastik, tim spesialis telah membuang jaringan mati lanjutan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut. Jane mengatakan dokter juga melakukan tindakan cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak Andrie.
Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar yang dialami aktivis hak asasi manusia itu. Dia mengatakan saat ini tim medis multidisiplin masih merawat secara komprehensif dan berkesinambungan terhadap Andrie.
“Andrie masih harus menjalankan perawatan intensif di ruang high care unit dan tidak dapat dijenguk untuk sementara waktu,” ucapnya.
Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026 di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Andrie kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat di RSCM pada Jumat dinihari, 13 Maret 2026 dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan yang disertai gangguan penglihatan di mata kanannya. Laporan medis menyatakan Andrie mengalami luka bakar sebesar 24 persen akibat terkena cairan korosif.






