PEMADAM kebakaran atau damkar sering mendapat apresiasi dan kepuasan publik yang tinggi dari masyarakat karena selalu menerima berbagai aduan masyarakat di luar fungsi pemadaman. Bahkan, tahun lalu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi damkar karena tingginya kepuasan publik terhadap damkar.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sikap ini bukan tanpa alasan. Petugas pemadam kebakaran memiliki standar operasional prosedur untuk menerima aduan masyarakat meskipun di luar tugas pokok damkar.
Anggota pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Gulkarmat DKI Jakarta, Erwin Wijaya, mengatakan petugas damkar tidak boleh menolak aduan masyarakat.
“Jadi kita enggak bilang ‘maaf enggak bisa’. Apapun itu permintaan masyarakat, apapun itu keluhan masyarakat, paling tidak kita hadir dulu,” kata Erwin saat ditemui Tempo di markas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta di Jakarta Pusat, 19 Maret 2026.
Erwin bercerita, sesuai SOP, petugas damkar setidaknya datang dulu ke tempat kejadian. Ia mengatakan damkar harus bekerja terlebih dahulu. Apabila aduan tersebut jauh dari tugas penyelamatan, damkar akan memberikan penjelasan kalau mereka tidak bisa menolong.
“Di sini kita kasih alasan yang lebih bijaksana kepada masyarakat. Yang penting kita harus hadir dulu, kita harus datang dulu ke TKP-nya,” ujar kata Erwin yang sudah menjadi pemadam kebakaran sejak 2004.
Erwin mengungkapkan memang banyak dimintai tolong masyarakat di luar tugas penyelamatan. Bahkan, Erwin mengatakan pernah diminta menangani tikus atau bahkan membangun rumah. Apabila demikian, Erwin mengatakan damkar mesti hadir dulu ke lokasi dan memberi penjelasan ihwal tugas damkar.
“Pernah di Krukut itu ‘Pak, saya lagi membangun (rumah), tolong bantu’. Lho waduh kita kan ini damkar Pak bukan bidangnya. Akhirnya kita kasih pengertian kepada mereka,” kata Erwin.
Erwin menyadari damkar diapresiasi sebagai dinas yang dipercaya dan diapresiasi masyarakat. Namun ia berharap masyarakat bisa membantu damkar saat bekerja. Salah satu kendala damkar adalah parkir liar yang menghalangi unit truk pemadam masuk lokasi kebakaran.
“Mohon untuk parkir liarnya atau parkir lebih tertata lebih rapi lagi agar unit-unit kita pada saat melakukan evakuasi pemadaman itu lebih mudah atau lebih cepat aksesnya ke titik api,” ujarnya.
Sutrisno, anggota Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, juga mengalami kendala serupa. Ia mengatakan sering kali truk pemadam sulit masuk ke permukiman karena banyak jalan yang diportal. Walhasil, mereka harus banyak menyambung selang untuk mencapai lokasi.
“Akhirnya kita harus mutar, makan waktu lama. Yang harusnya 3-5 selang, kita bisa jadi 20 selang panjang,” kata Sutrisno kepada Tempo di markas Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, 19 Maret 2026.
Berdasarkan dokumen profil Gulkarmat DKI Jakarta yang dilihat Tempo, sepanjang tahun 2025 Gulkarmat DKI Jakarta mencatat ada sekitar 1.656 kebakaran di Jakarta. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 sebanyak 1.969 kejadian. Tren kebakaran tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada 2023 dengan 2.286 kejadian.
Sementara itu, Gulkarmat DKI Jakarta telah melakukan operasi penyelamatan sebanyak 8.072 kejadian. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 6.800 kejadian.
Penyelamatan yang paling banyak dilakukan pemadam kebakaran DKI Jakarta Selatan adalah penyelamatan hewan, kemudian membantu mengambil kunci atau handphone di saluran air, hingga insiden jari warga yang terjepit cincin atau benda.






