Kontak Tembak OPM dengan TNI di Maybrat, Dua Prajurit Tewas

TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim terlibat kontak tembak dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di sebuah pos militer di Kampung Sori, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Kontak tembak antara OPM dan TNI terjadi pada Ahad, 22 Maret 2026.

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan penyerangan tersebut mengakibatkan korban jiwa. “Dua aparat militer tewas dan satu orang lainnya luka-luka kritis,” kata dia dalam keterangannya pada Senin, 23 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kelompok kriminal bersenjata itu juga mengklaim menyita senjata yang dirampas oleh prajurit TNI dalam kontak tembak tersebut. Sebby mengatakan, ada dua unit laras panjang dan berbagai logistik militer yang kini sudah dibawa ke markas OPM di kawasan Maybrat. “Situasi sekarang akibat penyerangan pos militer mengakibatkan warga sipil ketakutan dan mengungsi kembali akibat takut adanya serangan balasan atau operasi militer ke pemukiman warga,” ucap Sebby.

Gugurnya dua prajurit TNI dalam kontak tembak dengan OPM di Maybrat ini dikonfirmasi oleh Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigadir Jenderal Slamet Riyadi. Kedua korban jiwa berasal dari matra angkatan laut, yakni Prada Marinir berinisial AS dan Prada Marinir ES.

Kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut dr. R. Oetojo Sorong. Sedangkan satu prajurit yang terkena tembakan berinisial Kopda Marinir ES masih dalam keadaan kritis. “Kami menyampaikan duka cita atas gugurnya dua prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Operasi Habema saat menjalankan tugas negara,” kata dia dalam keterangannya yang dilansir Antara pada Senin, 23 Maret 2026.

Dia mengatakan,TNI kini meningkatkan pengamanan dan memperkuat fungsi intelijen setelah insiden penyerangan di Pos TNI di Maybrat. TNI, ujar Slamet, telah memetakan daerah berstatus rawan oleh gangguan kelompok kriminal bersenjata tersebut. “Penambahan pasukan sedang direncanakan termasuk penguatan intelijen. Informasi dari masyarakat dan aparat intelijen akan terus kami kembangkan,” kata jenderal bintang satu ini.

  • Related Posts

    Mendagri Ungkap Kendala Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan kendala pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Dia menyebut lambannya pendataan oleh pemerintah daerah (pemda) menyebabkan pembangunan…

    Prabowo Telepon Presiden Negara-negara Timteng dan PM Malaysia, Bahas Apa?

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghubungi sejumlah presiden negara-negara di Timur Tengah dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Ia mengucapkan selamat Idulfitri kepada pemimpin negara-negara muslim tersebut. Informasi ini disampaikan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *