MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah hanya akan diberlakukan untuk sektor tertentu. Pemerintah hingga saat ini masih mengkaji rencana pelaksanaan kebijakan tersebut.
Kebijakan WFH dirancang sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Asia Barat. Meski demikian, Prasetyo menegaskan, sejumlah sektor vital, seperti pelayanan publik, industri, dan perdagangan, tetap harus beroperasi normal. “Agar tidak disalahpahami, sektor pelayanan, industri, dan perdagangan kemungkinan tidak termasuk dalam kebijakan ini,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.
Rencananya, kebijakan WFH mulai diterapkan setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Dengan skema ini nantinya pekerja akan bekerja selama satu hari dalam sepekan dari rumah. Prasetyo mengatakan, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan secara final.
Politikus Partai Gerindra ini pun meminta waktu agar pemerintah bisa mematangkan kebijakan itu.“Saat ini masih kami godok, finalkan. Sesegera mungkin kami sampaikan kepada masyarakat,” kata dia.
Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak dan mempertimbangkan kebijakan WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta. “(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kami akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga ditemui seusai salat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026, dilansir Antara.
Airlangga berkata, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penerapan WFH sehari dapat memberikan dampak efisiensi energi, khususnya penghematan BBM. “Perhitungan kasar… (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan alasan kebijakan ini hanya diberlakukan sehari adalah untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas. Menurut dia, ada beberapa pekerjaan yang tidak efektif dilakukan dari rumah.





