MARKAS Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia mengingatkan pengelola tempat wisata untuk menjamin keselamatan pengunjung selama libur Lebaran 2026. Pengelola diminta mengatur kapasitas agar tidak terjadi kelebihan pengunjung (overcapacity).
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigadir Jenderal Tjahyono Saputro mengatakan, pengelola juga harus menyediakan sarana keselamatan yang memadai, termasuk petugas pengamanan dan layanan pertolongan pertama. “Pengelola harus memastikan kapasitas terkendali serta menyiapkan sarana dan prasarana keselamatan. Menyiagakan petugas pengamanan dan pertolongan pertama di lokasi wisata,” kata Tjahyono saat memantau Taman Margasatwa Ragunan, Minggu, 22 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menjelaskan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat yang mudik maupun berwisata untuk menjaga keselamatan dan mematuhi aturan. Masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri saat lelah selama berkendara dan berwisata.
Pengunjung juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan, memperhatikan cuaca, serta mematuhi rambu dan arahan petugas. Orang tua diminta mengawasi anak-anak, terutama di area berisiko seperti wisata air. “Tidak berenang di area terlarang dan gunakan perlengkapan keselamatan jika diperlukan,” ujar Tjahyono.
Sementara itu, jumlah pengunjung Ragunan meningkat signifikan pada libur Lebaran. Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang menyebutkan, jumlah pengunjung mencapai sekitar 30 ribu orang hingga pukul 11.00 WIB. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga 70 ribu pengunjung hingga penutupan pukul 16.00 WIB.
Sebagai perbandingan, pada Lebaran 2025, Ragunan mencatat rekor harian hingga 203 ribu pengunjung. Total kunjungan selama 14 hari libur mencapai 600 ribu orang. Tahun ini, dengan masa libur lebih singkat delapan hari, jumlah pengunjung diperkirakan sekitar 400 ribu.
Untuk mengantisipasi lonjakan, pengelola menambah 27 titik parkir dengan kapasitas sekitar 20 ribu sepeda motor dan 5 ribu mobil. Fasilitas pendukung seperti layanan bagi penyandang disabilitas juga disiapkan.





