TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak menggelar tradisi open house atau gelar griya selama Idul Fitri 1447 Hijriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, presiden kelima itu memilih merayakan Lebaran bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya.
“Tidak ada open house,” kata Hasto dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun Megawati memiliki pesan khusus untuk Lebaran. Ketua Badan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu, kata Hasto, mengajak masyarakat memanfaatkan Idul Fitri sebagai sarana meningkatkan tali persaudaraan untuk menjaga kerukunan bersama.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selain itu, Hasto menyampaikan Megawati berdoa agar Idul Fitri bisa memicu semangat pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. “Idul Fitri menjadi momentum yang sangat penting untuk mewujudkan persaudaraan nasional melalui sikap hidup saling maaf memaafkan,” ucap Hasto yang mengutip pesan Megawati.
Sikap saling mengampun inii, tutur Hasto, mestinya lebih dikedepankan setelah selama 30 hari berpuasa. Hasto mengucapkan selamat Idul Fitri bagi umat Islam. Ia berharap hari raya ini menjadi penguat seluruh elemen untuk menjaga persatuan.
“Ibu Megawati mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai ruang refleksi diri, mempererat tali silaturahmi, serta membangun semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ucap Hasto.






