Khatib Salat Id Istiqlal Singgung MBG saat Khotbah

REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan menjadi khatib salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Di hadapan para jemaah, Noorhaidi menyinggung program-program pemerintah yang dia nilai perlu diapresiasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam ceramahnya, Noorhaidi menyoroti kebijakan pemerintah seperti pemberantasan korupsi, perbaikan sarana-prasarana pendidikan, Koperasi Merah Putih, hingga makan bergizi gratis (MBG). “Merupakan langkah penting yang perlu diapresiasi demi mewujudkan bangsa yang lebih adil, sehat, dan sejahtera,” kata dia saat menyampaikan khotbahnya.

Selain itu, Noorhaidi turut mengapresiasi langkah diplomasi pemerintah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Upaya ini tercermin dalam berbagai inisiatif diplomatik dan partisipasi aktif Indonesia dalam forum-forum perdamaian internasional,” tuturnya.

Meski begitu, Noorhaidi menegaskan program-program Presiden Prabowo Subianto itu tak akan berhasil tanpa keseriusan dalam mengerjakannya. “Program yang baik memerlukan manusia-manusia yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral,” ucap dia.

Selain itu, menurut Noorhaidi, ibadah puasa yang dilakukan umat Muslim selama bulan Ramadan bisa menjadi sarana refleksi untuk memperbaiki hidup bermasyarakat. Sebab, dia berujar, puasa dapat membuat seseorang lebih sadar akan kehadiran Tuhan. “Untuk menaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya,” ujarnya.

Kesadaran itu, kata dia, bisa meningkatkan integritas dan akuntabilitas seseorang. “Sebagai modal utama dalam membangun kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara yang rukun, bermartabat, dan sejahtera,” kata Noorhaidi.

Sejumlah pejabat menghadiri salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal. Di antaranya terdapat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka; Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar; dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani.

Salat Idul Fitri di Istiqlal tahun ini tidak dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara memilih untuk mengunjungi daerah terdampak bencana dalam momen Lebaran kali ini. Dia melaksanakan salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, yang berada di kawasan hunian sementara untuk warga terdampak banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera pada akhir tahun lalu.

  • Related Posts

    Arti Kata Minal Aidin Wal Faizin dan Asal-usulnya

    Jakarta – Ungkapan “minal aidin wal faizin” akrab di telinga umat Islam setiap Idulfitri. Kata-kata ini sering jadi ucapan Lebaran bersamaan dengan kalimat “Selamat Hari Raya Idulfitri”. Sebenarnya, apa arti…

    Momen Mendagri & Presiden Rayakan Lebaran Bareng Warga Aceh Tamiang

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *