Golkar Respons Imbauan Pejabat Rayakan Lebaran Sederhana

WAKIL Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengapresiasi imbauan pemerintah agar para pejabat negara merayakan Idul Fitri 2026 secara sederhana. Menurut Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional itu, pemerintah mempertimbangkan kondisi geopolitik yang masih bergejolak lantaran perang Israel-Amerika Serikat melawan Iran.

Ace menekankan, imbauan pemerintah menjadi sesuatu yang relevan karena bulan Ramadan dimaknai sebagai sarana berlatih untuk mengendalikan diri. “Imbauan pemerintah itu sangat positif di tengah situasi geopolitik yang berdampak terhadap kondisi dalam negeri kita,” kata dia di kantor Dewan Pimpinan Pusat Golkar, di Jakarta Barat, Sabtu, 21 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ace mengatakan, perayaan awal bulan Syawal 1447 Hijriah tanpa bermegah-megahan tidak akan mengurangi esensi dari hari yang fitri. Toh, kata Ace, itu juga tidak memutus silaturahmi. Justru Ace menilai perayaan yang sederhana bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk melakukan hal serupa.

Dia juga memaknai Lebaran 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dan mendorong produktivitas bangsa  menuju Indonesia Emas 2045. “Tentu kami harapkan masyarakat didorong untuk lebih efisien dan lebih melakukan penghematan. Dan tentu kedepankan kepentingan nasional,” ucap dia. 

Beberapa hari menjelang lebaran, Presiden Prabowo Subianto sempat mengimbau jajarannya untuk merayakan Idul Fitri dengan sederhana. Dia meminta para pejabat tak berlebihan jika mengadakan gelar griya atau open house.

Presiden mengatakan saat ini Indonesia tengah perlu berhemat, dimulai dari para pejabatnya. “Kita juga harus memberi contoh, open house jangan terlalu bermewah-mewahan,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Presiden menekankan bahwa meski kegiatan hari raya penting untuk menjaga roda perekonomian, kemewahan yang berlebihan tidak pantas dilakukan, terutama saat masih banyak masyarakat terdampak bencana alam. “Acara tetap diperlukan agar ekonomi berjalan, tapi jangan sampai total menutup semua kegiatan,” jelasnya.

Menyusul arahan Presiden, pada 16 Maret 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerbitkan surat imbauan mengenai ketentuan open house bagi pejabat. Surat bernomor B-40/M/S/HL.OO/03/2026 itu ditujukan kepada para menteri anggota kabinet, jaksa agung, panglima Tentara Nasional Indonesia, kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga para pimpinan lembaga pemerintah.

Edaran ini mengingatkan kembali bahwa masih ada daerah-daerah terdampak bencana alam di berbagai wilayah tanah air. Maka dari itu, Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara mengimbau agar kegiatan open house atau halal bihalal bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti melalui kegiatan sosial.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam tulisan ini.

Pilihan Editor: Mereka Yang Tetap Bekerja saat Lebaran

  • Related Posts

    155.908 Napi Dapat Remisi Lebaran 2026, 1.162 Orang Langsung Bebas

    Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), memberi Remisi Khusus (RK) kepada 154.785 narapidana (napi), dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) Khusus kepada 1.123 anak binaan.…

    Kenneth DPRD DKI Imbau Pendatang Baru ke Jakarta Harus Punya Keahlian & Tujuan Jelas

    Jakarta – Di balik tradisi mudik Lebaran Idul Fitri, terselip fenomena tahunan yakni bertambahnya pendatang baru ke Jakarta saat arus balik. Jakarta memang kota terbuka, tetapi tidak untuk mereka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *